Laporkan Masalah

MEDIA DI INDONESIA DAN KEBEBASAN BEREKSPRESI (ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PENOLAKAN RENCANA KONSER LADY GAGA DI INDONESIA DALAM HARIAN KOMPAS DAN HARIAN REPUBLIKA)

ADITYA RIZKY PRADANA, Prof. Dr. YA. Nunung Prajarto, MA.

2013 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pembingkaian pemberitaan penolakan rencana konser Lady Gaga ke Indonesia antara Harian Kompas dan Harian Republika. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah pembingkaian/orientasi pemberitaan framing mengenai pemberitaan rencana kedatangan Lady Gaga. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis framing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi sosial di harian Kompas lebih menyuarakan suara dari aparat kepolisian dan pihak penyelenggara konser. Berita di harian Kompas menekankan pada isu keamanan, dimana Kompas melihat bahwa konser Lady Gaga akan menyebabkan kerusuhan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang kontra terhadap rencana konser tersebut dan harian Kompas lebih menghargai kebebebasan berekspresi. Rekonstruksi sosial di harian Republika lebih menyuarakan suara dari masyarakat baik yang pro maupun kontra terhadap rencana konser Lady Gaga di Jakarta. Berita di harian Republika menekankan pada isu moral psikologi, dimana harian Republika memberitakan tanggapan dari masyarakat bahwa dengan diadakannya konser Lady Gaga maka hal tersebut akan mempengaruhi moral anak muda yang menonton konser tersebut, dimana dalam setiap konsernya Lady Gaga dianggap melakukan aksi pornografi dan harian Republika lebih membatasi kebebasan untuk berekspresi dibandingkan dengan harian Kompas.

The purpose of this study was to determine the differences in the framing of the news of the rejection toward Lady Gaga concert plans to Indonesia between Kompas and Republika daily. This is a descriptive qualitative research. The object is the framing / orientation of the news about Lady Gaga’s concert plans. Data were collected using documentation method, while using framing analysis for the data analysis method The research findings showed that social reconstruction in Kompas Daily exposed more of the opinions of the police officers and the concert organizers. The news in Kompas Daily emphasized on security issues, in which Lady Gaga’s concert would cause a riot by some groups of society that against the plan. It also showed that Kompas daily was more appreciative toward freedom of expression. As for the social reconstruction in Republika Daily, it exposed more of the opinions of the people, both pros and cons, of Lady Gaga concert plan in Jakarta. Republika Daily emphasized in moral psychology issues, which highlighted public response toward the holding of Lady Gaga concert that will cause morale degradation of young people who would watch the concert, in which she was considered to be too vulgar. Republika Daily found to be putting more restriction toward freedom of expression than the Kompas Daily.

Kata Kunci : Framing, Kebebasan Berekspresi, Penolakan Konser Lady Gaga, Harian Kompas, Harian Republika


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.