EFEK APLIKASI GEL EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP RE-EPITELISASI PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA (Kajian pada Rattus norvegicus)
YULIADI NUGROHO, Dr. drg. Dahlia Herawati, SU., Sp.Perio(K).
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIPerlukaan adalah hilangnya kontinuitas struktur jaringan. Penyembuhan luka merupakan reaksi organisme multiseluler terhadap trauma jaringan, dengan re-epitelisasi sebagai salah satu parameternya. Kulit manggis memiliki potensi dalam mempercepat proses penyembuhan luka karena mengandung xanthone, vitamin C, dan flavonoid. Gel sebagai salah satu sediaan topikal lebih mudah diaplikasikan dan terabsorbsi lebih baik dari sediaan topikal lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek aplikasi gel ekstrak kulit manggis terhadap reepitelisasi pada proses penyembuhan luka gingiva (Kajian pada Rattus Norvegicus) Dua puluh tujuh ekor tikus Rattus Norvegicus, berumur 2-3 bulan, dibagi dalam 3 kelompok, kontrol positif, perlakuan, dan kontrol negatif. Perlukaan pada gingiva labial mandibula dibuat dengan punch biopsy berdiameter 2,5 mm. Luka pada kelompok kontrol positif diaplikasikan Aloclair, kelompok perlakuan diaplikasikan gel ekstrak kulit manggis 40%, dan kelompok kontrol negatif diaplikasikan CMC-Na, masing-masing 2 kali sehari selama 1 menit secara topikal. Tiga ekor tikus dari tiap kelompok didekapitasi masing-masing pada hari ke-3, 7, dan 14. Jaringan luka diambil dan dibuat sediaan histologis dengan pengecatan Hemaktosilin Eosin. Pengukuran ketebalan epitel dilakukan dengan menggunakan Optilab yang dipasang pada mikroskop cahaya. Data ketebalan epitel dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil pengukuran ketebalan epitel dengan ANAVA dua jalur dengan signifikansi (p>0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan pada semua variabel independen, antar aplikasi, dan antar waktu pengamatan terhadap reepitelisasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi gel ekstrak kulit manggis mempercepat re-epitelisasi pada proses penyembuhan luka gingiva (Kajian pada Rattus Norvegicus)
Wound is the loss continuity of tissue structure. Wound healing is a multicellular organism reaction to tissue trauma, which re-epithelialization occurs as one of its parameters. Mangosteen peel contains nutrients that have role in enhancing wound healing process such as xanthone, vitamin C, and flavonoid. Gel, one of topically administered drugs, is easier to apply and has better absorbance than other topical drugs. The objective of this research is to study the effect of mangosteen peel extract gel on re-epithelialization of wound healing process in gingiva (Study in Rattus Norvegicus rats). Twenty seven Rattus Norvegicus rats were divided into 3 groups; positive control, treatment, and negative control. Labial mandibular gingival was wounded using 2.5 mm diameter punch biopsy. Topically, each wound of positive control group was administered Aloclair, treatment group was administered 40% mangosteen peel extract gel, and negative control group was administered CMCNa, twice a day for 1 minute. Three rats from each group were sacrificed for histological evaluation at 3, 7, and 14 days and the specimens were stained with HE. Measurement of epithelial thickness used Optilab installed on microscope. The data obtained from measurement was analyzed using two-way ANOVA. The result of two-way ANOVA showed that there is significant (p<0.05) differences of epithelial thickness on all dependent variables, on each application, and among observation time.. The conclusion of this research was application of mangosteen peel extract gel accelerated re-epithelialization of wound healing process in gingiva (Study in Rattus Norvegicus rats).
Kata Kunci : gel ekstrak kulit manggis, Garcinia mangostana L., penyembuhan luka, re-epitelisasi