Laporkan Masalah

PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH MULTI TEMPORAL UNTUK KAJIAN TINGKAT BAHAYA EROSI (Kasus di Sub DAS Karang Mumus, Kalimantan Timur)

M. ADI FATMARAGA, Drs. Retnadi Heru jatmiko, M.Sc.

2013 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Tujuan dari penelitian ini adalah menafsir perubahan penggunaan lahan dan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) yang terjadi serta variabel yang dominan dalam proses erosi di Sub DAS Karang Mumus secara multitemporal. Citra yang digunakan adalah citra Landsat TM tahun 1997 & 2006 serta ETM + tahun 2009. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis perubahan lahan menggunakan matriks dua dimensi yang di uji interpretasi terhadap data lapangan. Analisis mengenai Tingkat Bahaya Erosi menggunakan model USLE dengan beberapa variabel penyusunnya yaitu erosivitas diperoleh dari data curah hujan (R), erodibilitas (K) diperoleh dari data jenis tanah, kemiringan dan panjang lereng (LS) diperoleh dari hasil pengolahan data DEM yang diekstraksi dari citra SRTM, serta pengelolaan tanaman dan koservasi tanah (CP) diperoleh dari data penggunaan lahan. Variabel penyusun tersebut dilakukan analisis statistika dengan menggunakan uji regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji interpretasi lahan yang dilakukan untuk tahun 1997 adalah 80%, tahun 2006 adalah 85% dan tahun 2009 adalah 77.5%, serta uji interpretasi kemiringan lereng berkisar 72.5%. Jenis penggunaan lahan yang dominan pada tahun 1997 dengan luas 20871.35 Ha, tahun 2006 dengan luas 18518.77 Ha dan tahun 2009 dengan luas 13223.05 Ha adalah semak belukar. Hasil analisis Tingkat Bahaya Erosi menggunakan model USLE pada tahun 1997 klasifikasi sedang merupakan yang paling dominan dengan luas 10056.72 Ha. Pada tahun 2006 Tingkat Bahaya Erosi yang paling dominan masuk pada klasifikasi sedang dengan luas 8796.92 Ha. Untuk tahun 2009 Tingkat Bahaya Erosi yang paling dominan masuk pada klasifikasi sangat berat dengan luas 13093.42 Ha. Dari pengujian statistika menggunakan persamaan regresi dan korelasinya, variabel pengelolaan tanaman dan koservasi tanah atau penggunaan lahan (CP) merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi erosi di Sub DAS Karang Mumus.

The objectives of the study are inventoring land use changing and erossion potential rate, and also dominant factors affecting erossion analysis in Sub-watershed Karang Mumus multi-temporally. Land cover data was obtained from Landsat TM and ETM+ Image extraction by year, 1997 to 2009. The methods that have tested by interpretation test, so that get the amount of area of land use and its changing using two dimensional matrix for every period (year). On a multi-temporal erossion potential rate analysis, there was calculation through USLE method with several variables, there are erosivity derived from rainfall data, erodibility obtained from land type data, slope and its length obtained from DEM data processing, extracted from SRTM imagery, crop management and soil and conservation obtained from land use data from multi-temporal Landsat imagery. Variables were compiled by statistical analysis with regresion equations and correlation. The result of the study shows that land interpretation test for the year 1997 is 80%, year 2006 is 85%, year 2009 is 77.5%; and slope interpretation is about 72.5%. The dominant type of land use year 1997 with an area of 20871.35 hectares, year 2006 with an area of 18518.77 hectares and year 2009 with an area of 13223.05 is a scrub. Erossion potential rate analysis using USLE method shows that in 1997 and 2006 moderate class is most dominant with an area of 10056.72 hectares for 1997 and 8796.92 hectares for 2006. For 2009 erosion potential rate of the most dominant in 2009 is very heavy class with an area of 13093.42 hectares. Of statistical testing using regression equations and correlation, variable crop management and soil conservation (land use) is the dominant factor affecting erosion in sub watershed Coral Mumus.

Kata Kunci : Tingkat Bahaya Erosi, Citra Penginderaan Jauh, Model USLE, Penggunaan Lahan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.