SURVEI TINGKAT KONSUMSI DAN ANALISIS KANDUNGAN ASAM LEMAK JAJANAN GORENGAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
SASI KIRANA, dr. Muhammad Robikhul Ikhsan, M.Kes, Sp.Pd.
2013 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar belakang : Penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit penyebab kematian pertama di Indonesia. Menurut data Riskesdas 2007, menunjukkan bahwa prevalensi penyakit jantung secara nasional adalah 7,2%. Penyakit jantung iskemik mempunyai proporsi sebesar 5,1% dari seluruh penyakit penyebab kematian di Indonesia, dan penyakit jantung mempunyai angka proporsi 4,6% dari seluruh kematian. Banyak data ilmiah yang menyatakan bahwa penyakit degenerative seperti penyakit jantung, diabetes melitus, tumor, dan kanker akibat sumbangan dari radikal bebas terutama dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Minyak goreng sering digunakan sebagai media untuk pengolahan makanan karena menimbulkan rasa gurih pada makanan, hal ini membuat masyarakat Indonesia menjadi sangat familiar dengan jajanan jenis gorengan. Tujuan : Untuk mengetahui tingkat konsumsi jajanan gorengan dan menganalisis kandungan asam lemak yang terdapat dalam jajanan gorengan di Fakultas Kedokteran UGM. Metode : Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Analisis penelitian menggunakan Uji Chi-Square. Populasi penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner Survey Tingkat Konsumsi Gorengan. Hasil : Sebanyak 60,0% dari total responden sebanyak 109 mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM mengonsumsi jajanan gorengan dengan frekuensi <4 kali seminggu. Analisis komposisi asam lemak pada jajanan gorengan menunjukkan bahwa hasil ekstrapolasi kandungan asam lemak jenuh yang terkandung dalam tempe goreng tepung IKM (4,36 g), tempe goreng tepung kantin putri (3,74 g), bakwan kantin putri (2,16 g), tahu isi kantin putri (0,34 g), tahu kentucky (1,61 g) sedangkan asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam tempe goreng tepung IKM (7,704 g), tempe goreng tepung kantin putri (6,27 g), bakwan kantin putri (3,21 g), tahu isi kantin putri (2,72 g), tahu kentucky (1,61 g) Kesimpulan: Rata-rata tingkat konsumsi jajanan gorengan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM adalah <4 kali seminggu sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM jarang mengonsumsi jajanan gorengan. Kandungan asam lemak jenuh tertinggi terkandung dalam tempe goreng tepung IKM (4,36 g) sedangkan asam lemak jenuh terendah terkandung dalam tahu isi kantin putri (0,34 g). Asam lemak tak jenuh tertinggi terkandung dalam mendoan IKM (7,704 g) dan asam lemak tak jenuh terendah terkandung dalam tahu kentucky.(1,61 g).
Background : Cardiovascular disease especially heart disease is the first rank of death cause in Indonesia. Based on Riskesdas 2007, shows that the national prevalence pf heart disease is 7,2 %. Ischemic heart disease has proportion 5,1 % from the death causes in Indonesia. Heart disease has proportion 4,6% from all of deaths. Many scientific data show that degenerative diseases like heart disease, diabetes, tumor, and cancer due to free radical mostly from foods and beverages which are consumed in daily. Palm oil that used for frying affects taste savory, it makes Indonesia people are so familiar with frying foods. Purpose : To determine the frequency of frying foods consumption and fatty acids analysis contained on frying foods in Medical Faculty, Gadjah Mada University. Methods : This research using cross sectional model, which analysis using Chi-Square test. Population of respondents are the students of Medical Faculty Gadjah Mada. Choosing respondents using purposive technique sampling. Instrument that used for survey is Survey of Frying Foods Consumption Questionare. Result : 60% students of Medical Faculty Gadjah Mada University consume frying foods with frequency <4 times a week. Fatty Acids analysis shows that extrapolation of saturated and unsaturated for samples are tempe goreng tepung IKM (4,36 g), tempe goreng tepung kantin putri (3,74 g), bakwan kantin putri (2,16 g), tahu isi kantin putri (0,34 g), tahu kentucky (1,61 g) then unsaturated fatty acids in tempe goreng tepung IKM (7,704 g), tempe goreng tepung kantin putri (6,27 g), bakwan kantin putri (3,21 g), tahu isi kantin putri (2,72 g), tahu kentucky (1,61 g) Conclusions : Rates of consumption of frying foods in Medical Faculty is <4 times a week so we can categorize as rare in consumption. The highest content of saturated fatty acid is in tempe goreng tepung IKM (4,36 g) then the lowest saturated fat contained in tahu isi kantin putri (0,34 g). The highest unsaturated fatty acid contained in tempe goreng IKM (7,704 g) and the lowest contained in tahu kentucky.(1,61 g).
Kata Kunci : Pola makan, Gorengan, Kardiovaskular, Asam Lemak