Laporkan Masalah

PERSEPSI MASYARAKAT YOGYAKARTATERHADAP GUNUNGAN DALAM GAREBEG MAULUD DAN PERSEPSI MASYARAKAT KYOTO TERHADAP MIKOSHI DALAM GION MATSURI

DANIK PRAWITA SARI, Stedi Wardoyo, S.S., M.A.

2013 | Tugas Akhir | D3 BAHASA JEPANG

Tugas akhir ini berjudul “Persepsi Masyarakat Yogyakarta terhadap Gunungan dalam Garebeg Maulud dan Persepsi Masyarakat Kyoto terhadap Mikoshi dalam Gion Matsuri.” Pokok Bahasan dalam tugas akhir ini adalah pendapat masyarakat Yogyakarta mengenai Gunungan dalam Garebeg Maulud serta pendapat masyarakat Kyoto mengenai Mikoshi dalam gion Matsuri. Alasan penulis memilih tema kebudayaan di Yogyakarta dan di Kyoto karena kedua kota tersebut merupakan kota saudara kembar yang memiliki keanekaragaman budaya, seperti: Garebeg Maulud di Yogyakarta dan Gion Matsuri di Kyoto. Pelaksanaan kedua perayaan tersebut melibatkan masyarakat, sehingga masyarakat kedua kota tersebut memiliki persepsi mengenai garebeg maulud dan gion matsuri. Pada penulisan tugas akhir ini, penulis menggunakan metode angket dan metode wawancara untuk mengetahui pendapat masyarakat. Pengumpulan data juga dilakukan melalui studi kepustakaan dengan buku – buku, website, dan artikel. Pada tugas akhir ini, penulis memaparkan tentang masyarakat kedua kota tersebut memiliki persepsi positif dan mereka menginginkan kelestarian kedua perayaan tersebut. Menurut masyarakat kedua kota tersebut, dalam gunungan dan mikoshi tersirat pesan nilai – nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.

The title of this graduating paper is Perception of Yogyakarta’s Society towardGunungan inGarebeg Maulud and Perception of Kyoto’s SocietytowardGunungan in Gion Matsuri. The main topic of this graduating paper is opinion of Yogyakarta’s society about gunungan in Garebeg Maulud and opinion of Kyoto’s society about Mikoshi in gion Matsuri. The reason why the writer choose culture in Yogyakarta andKyotoas the theme because those cities are sister’s cities have culture variety are like Garebeg Maulud in Yogyakarta and Gion Matsuri inKyoto. The implementation of those festivalsinvolve society, so that society in both cities have perception about garebeg maulud and gion matsuri. In order to write this graduating paper, the writer used questionnaire method and interview method to find out society’s opinion. Data collecting is also conducted by doing library researchusing books, websites, and articles. In this graduating paper, the writer explainsYogyakarta’s society and Kyoto’s society have positive perception and they desire preservation of both festivals.According to the society, gunungan and mikoshi imply moral value which is applied in daily life

Kata Kunci : Persepsi, Yogyakarta, Kyoto, Gunungan,Mikoshi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.