PENGARUH PENYAJIAN ALA BENTO TERHADAP ASUPAN GIZI PASIEN DI BANGSAL ANAK RSUP Dr. SARDJITO
FATWA RULI INDRIASTUTI, Susetyowati, DCN, M.Kes
2013 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar Belakang : malnutrisi di rumah sakit dapat terjadi karena banyak faktor. Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi resiko terjadinya malnutrisi adalah faktor asupan makan (Nazarena, 2008). Asupan energi di bangsal anak RSUP Dr. Sardjito masih rendah yaitu sebesar 42,9% dan asupan proteinnya sebesar 38,5% (Oktaviani, 2009). Asupan gizi yang kurang di rumah sakit dikarenakan kurang baiknya daya terima dan persepsi pasien (Wachyudin, 2009), sedangkan persepsi pasien dipengaruhi oleh mutu makanan yang juga dipengaruhi oleh penampilan (Almatsier, 1992). Menurut Moehyi (1999) modifikasi penyajian makanan dapat digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan daya terima pasien sehingga asupan gizi juga meningkat. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyajian ala bento terhadap asupan gizi pasien anak di ruang rawat inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental. Responden terbagi menjadi dua kelompok yaitu yang mendapatkan penyajian bento dan penyajian rumah sakit. Data yang dikumpulkan meliputi data karakteristik responden, data asupan gizi makanan rumah sakit menggunakan visual comstock dan asupan gizi makanan luar rumah sakit menggunakan recall 24 jam. Uji analisis yang digunakan untuk menentukan perbedaan asupan gizi antara kedua kelompok adalah uji independent sample T-test dan mann whitney test. Hasil Penelitian : asupan gizi pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Asupan energi pada kelompok perlakuan lebih tinggi 235,9 kcal dibanding kelompok kontrol dengan nilai p=0,003 (p<0,05). Asupan protein kelompok perlakuan lebih tinggi 9,32 g dengan nilai p=0,001. Asupan vitamin A kelompok perlakuan lebih tinggi 231 RE dengan nilai p=0,008. Asupan vitamin E kelompok perlakuan lebih tinggi 1,23 mg dengan nilai p=0,001. Asupan vitamin C kelompok perlakuan lebih tinggi 11,58 mg dengan nilai p=0,398 (p>0,05). Asupan zink kelompok perlakuan lebih timggi 1,19 mg dengan nilai p=0,020 (p<0,05).
Background: malnutrition in hospitals can occur due to many factors. The most dominant factor affecting the risk of malnutrition is food intake (Nazarena, 2008). Energy intake (42.9%) and protein intake (38.5%) in the pediatric ward of Dr. Sardjito Hospital is still low (Oktaviani, 2009). Lack of nutrition in the hospital is due to lack of patient acceptability and perception (Wachyudin, 2009), while the patient's perception influenced by the quality of the food is also influenced by the appearance (Almatsier, 1992). According to Moehyi (1999) plate dressing can be used as an attempt to improve patient’s acceptance, so that the nutrient intake also increase. Objectives: This study aims to determine the effect of bento’s modification on nutrition intake in the pediatric ward of Dr. Sardjito Hospital, Yogyakata. Methods: This research is a quasi experimental study. Respondents are divided into two groups; one group gets bento’s modification and the other gets hospital plate dressing. The data collected includes data of respondent characteristics, nutrient intake data of hospital’s food using visual Comstock and nutrient intake outside the hospital using 24-hour recall. Test analysis used to determine the differences of nutrient intake between the two groups are the test of independent sample T-test and Mann Whitney test. Results: nutrient intake of the treatment group is higher than the control group. Energy intake of the treatment group (235.9 kcal) is higher than the control group with p = 0.003 (p <0.05). Protein intake of the treatment group is higher (9.32 g) with p = 0.001 than the control group. Vitamin A Intake of treatment group is higher (RE 231) with p = 0.008 than the control group. Vitamin E Intake of the treatment groups is higher (1.23 mg) with p = 0.001 than the control group. Vitamin C Intake of the treatment group is higher (11.58 mg) with p = 0.398 (p> 0.05) than the control group. Zinc Intake of the treatment group is higher (1.19 mg) with p = 0.020 (p <0.05) than the control group.
Kata Kunci : Penyajian Standar Rumah Sakit, Penyajian Bento, Asupan gizi