Laporkan Masalah

Konsep ruang rumah tinggal di lahan terbatas :: Studi kasus rumah tinggal yang menempel di bekas dinding keraton Yogyakarta sebelah dalam sisi timur bagian selatan

ISLAM, Riza Zahrul, Ir. Sudaryono, MEng.,PhD

2001 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Benteng keraton Yogyakarta, bukanlah semata-mata digunakan untuk sarana pertahanan, tetapi merupakan simbol lahirnya kekuasaan baru di Yogyakarta pada tahun 1755, dengan mulai rusaknya dinding dalam benteng keraton, maka pada tahun 1969 keraton mengijinkan area tersebut untuk didirikan Kios dan fasilitas sosial di sisi Barat, Utara, Selatan. Kemudian sisi Timur. Pada sisi Timur Bangunan Kios (tempat untuk usaha), lambat laun berubah menjadi Rumah Tinggal. Mulanya lahan untuk rumah tinggal ini seluas 3 x 4 m2 . Namun sekarang ada yang berdimensi 4 x 4 m2, 4 x 5 m2. Penghuni pada rumah tinggal ini antara satu sampai sembilan orang. Dari pengamatan secara sepintas, terdapat ruang yang berfungsi banyak, misalnya ruang tamu yang berfbngsi untuk maitanminum, belajar, ibadah bahkan untuk tidur. Ukuran ruangnya relatif kecil dibandingkan ruang yang ada di rumah tinggal pada umumnya. Namun kenyataannya dapat mewadahi aktivitas penghuninya. Karena itu permasalahan penelitian seperti apa konsep ruang (penciptaan ruang untuk mewadahi aktivitas penghuni) rumah tinggal dengan lahan terbatas yang menempel di bekas dinding keraton Yogyakarta sebelah dalam sisi Timur bagian Selatan. Tujuan penelitian adalah menemukan konsep ruang rumah tinggal di lahan terbatas, khususnya rumah tinggal yang menempel pada lokasi tersebut. Paradigma penelitian adalah Naturalistik, dengan metode pengumpulan data dan informasi secara eksploratiJ; melalui pendekatan observasi fisik maupun non fisik dan wawancara mendalam melalui wawancara tidak berstruktur yang bersifat melebar. Penelitian dilakukan key kasus. Kemudian hasil data dan informasinya dianalisa sehingga ditemukan tema ruang yang bersifat tentatif yang merupakan hipotesa kerja yang digunakan untuk melihat kasus terpilih lainnya. Dari proses di atas tema tentatifawal akan lebih mantap dan ditemukan tema baru yang bersifat tentatif pula. Demikian seterusnya temb tentatif mengalami proses iterasi yang mengakibatkan tema tersebut semakin jenuh yang akhirnya jadi teori lokal yang bersifat idiograflk. Karena keterbatasan waktu, kemiripan kasus dan tingkat kejenuhan hanya pada 14 kasus. Analisa data dilakukan dengan teknik kutegorisasi, deskripsi dan eksplanasi. Had penelitian menggambarkan bahwa pada suasana lahan terbatas penghuni mempunyai kecenderungan untuk membentuk konsep ruang (menciptakan ruang untuk membentuk mewadahi aktivitas), antara lain dengan cara : 1) menciptakan ruang prioritas, yaitu mendahulukan adanya ruang yang digunakan untuk menampung aktivitas yang harus dipenuhi, yaitu km/wc dan ruang tidur utama. 2) menciptakan ruang multifungsi, yaitu ruang yang mempunyai banyak fbngsi untuk menampung berbagai aktivitas baik yang bersifat relatif maupun permeabel. Dalam kasus ini ruang yang terbanyak mengalami multifbngsi adalah ruang tamu. 3) menciptakan variasi besaran ruang, terdapat 26 variasi mulai dari 0,6 m2 sampai 21 m2 . Besaran ruang yang sering digunakan yaitu 3 m2, 2 m2 dan 4 m2. Alasan penghuni agar ruang yang dibutuhkan semaksimal mungkin dapat tertampung.. 4) menciptakan ruang pengembangan, yaitu ruang yang diciptakan penghuni untuk memperluas ruang yang sudah ada sesuai dengan lahan yang telah disesuaikan oleh pihak keraton.

The fort of Yogyakarta Palace is not only used for the sake of defense, but it’s a symbol for the birth of new power in Yogjakarta in 1755, beginning with the ruins of the walls inside the fort of palace, then in 1969 the palace permitted that area to be build a vendor and social activity in the west side, north side, south side and then east side. In the east side (the place for trading) gradually became a resident. In the beginning, the land that used for resident is 3 X 4m2, but now the dimension is 4X4m2, 4X5m2. The occupants are between one up to nine people. From short observation, there is a space that has multifunction, for instance, the living room that function for eating and drinking , studying, worship, and even for sleeping. The dimension of the room is smaller than ordinary room in common house, but the fact it can handle the activities of the occupant. Therefore the research problem is what space concept look like (Making space to handle occupant activity) in the house that has limited land which stick to the wall of Yogyakarta palace in the east side of the south part. The purpose of the research is to find the concept of space resident in the limited land, especially for the resident that stick to that location. The paradigm of the research is Naturalistic, with the method of data collection, and explorative information, thru physically or unphysical observation approach and depth interview by widely unstructured interview. The research used case key. Then, data and information are analyzed until obtained tentative space theme that is hypothesis that used to see another nominated cases. From that process early tentative theme will be more stable and will be found new tentative theme .So on and on, tentative theme has iteration process which causes the theme will be bored and finally become idiographic local theory. Because of limiting time, the similar case and the grade of boring only happen in 14 cases. The group, description, and explanation do analyzing data. The result of the research shows that the condition of limited land, the occupant has tend to make space concept to create room to handle activities by the following ways: 1). To make priority room, that is to make priority of the space that used for loading activities that should be hlfilled, restroom, toilet and the main sleeping room. 2). To make multifunction room , that is the space , which has various hnctions to load various activities , even in relative or in permeable activities. In this case the most multifunction room is living room. 3). To make dimension variation room, there are 26 variations from 0,6m up to 21m; the dimension of the room that mostly used is 3m, 2m,and 4m. The reason is that the occupant can use that room maximally. 4). To make expansion space, the spacesis created by occupant to extend the space which already exist according to the land that permitted by the palace

Kata Kunci : Rumah Tinggal, Konsep Ruang, Lahan Terbatas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.