Laporkan Masalah

PERBANDINGAN KUANTITAS DAN KUALITAS KAPSUL PASCA IMPLANTASI SUBKUTAN KARBONAT APATIT DAN HIDROKSIAPATIT

RYAN CHRISTIAN PRAMUDITYA, dr. Dyah Listyarifah, M.Sc.

2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Hidroksiapatit (HA) merupakan bahan sintetis yang telah lama digunakan di bidang medis sebagai bahan pengganti tulang, namun HA memiliki beberapa perbedaan dengan apatit biologis yang terdapat pada tulang. Hidroksiapatit juga memiliki tingkat solubilitas rendah dan sangat stabil sehingga akan menghambat laju regenerasi tulang. Karbonat apatit atau carbonated hydroxyapatite (CHA) merupakan bahan alternatif pengganti tulang selain HA. Hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa CHA lebih menyerupai apatit biologis dan memiliki osteokonduktivitas yang lebih tinggi daripada HA. Implantasi biomaterial selalu diikuti oleh respon jaringan seperti inflamasi, reaksi benda asing, dan enkapsulasi fibrus. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kuantitas dan kualitas kapsul pasca implantasi CHA dan HA pada jaringan subkutan Rattus norvegicus. Penelitian ini menggunakan 15 ekor tikus Rattus norvegicus jantan berusia 3-4 bulan dengan berat 200-275 gram. Karbonat apatit diimplantasikan di sisi kiri dan HA di sisi kanan punggung tikus. Masing-masing 3 ekor tikus dikorbankan pada hari ke-5, 7, 14, 21, dan 28. Jaringan area implantasi diambil untuk dibuat preparat histologis dengan pengecatan Hematoksilin-Eosin. Pengamatan kuantitas dan kualitas kapsul dilakukan pada preparat histologis menggunakan mikroskop cahaya trinokular dengan perbesaran 400 kali pada 6 lapang pandang oleh 3 pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kuantitas dan kualitas kapsul pasca implantasi CHA dan HA pada periode implantasi yang sama tidak bermakna secara statistik (p ≥ 0,05). Perbedaan kuantitas dan kualitas kapsul pada kelompok CHA dan HA antar periode implantasi juga tidak bermakna secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa implantasi CHA dan HA memicu respon jaringan subkutan yang serupa hingga periode hari ke-28 pasca implantasi.

Hydroxyapatite (HA) has been used in medical field as bone graft material since long time ago, however it has some differences with biological apatites. Hydroxyapatite is low soluble and very stable therefore inhibits bone remodeling rate. Carbonated hydroxyapatie is bone substitute alternative material besides HA. Recent studies showed that CHA has similarity with biological apatite and better osteoconductivity than HA. Biomaterial implantation always be followed by inflammatory response, foreign-body reaction, and fibrous encapsulation. The aim of this study was to compare quantity and quality of fibrous capsule after subcutaneous implantation of CHA and HA in Rattus norvegicus. Fifteen male rats (Rattus norvegicus, 3-4 months age, 200-275 gram) were involved in this study. Left side of rat’s back was implanted with CHA, while the right side was implanted with HA. Each 3 rats was terminated after 5, 7, 14, 21,28 implantation day to collect the implantation area for histological preparation (Hematoxylin-Eosin staining). Quantity and quality of fibrous capsules were evaluated by 3 observer using trinocular microscope (magnification of 400x, 6 field of view). Results showed no significant differences on fibrous capsules quantity and quality after CHA and HA implantation at same periods (p ≥ 0,05). The fibrous capsules quantity and quality of CHA and HA inter-implantation periods showed no significant differences. The results described that CHA and HA implantation can lead similar subcutaneous tissue responses until 28th day postimplantation.

Kata Kunci : hidroksiapatit, karbonat apatit, kuantitas kapsul, kualitas kapsul, subkutan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.