Laporkan Masalah

Peran struktur geologi kuarter terhadap rencana pengembangan wilayah di Kotamadya Semarang Jawa Tengah

BROTO, Sudaryo, Prof.Ir. Sukandarrumidi, MSc.,PhD

2001 | Tesis | S2 Teknik Geologi

Konsep pembangunan yang berkesinambungan dan berwawasan lingkungan merupakan suatu konsep yang intinya adalah menjaga keseimbangan antara proses pembangunan dengan upaya meminimalkan kerusakan lingkungan akibat pembangunan tersebut. lnfonnasi geologi sebagai bagian dari informasi tatanan alam (informasi kebumian) dapat memberikan informasi sumber daya geologi, bahaya geologi dan kemampuan lingkungan dalam menunjang pembangunan. Wilayah Kotamadya Semarang secara morfologi terdiri dari 20% wilayah dataran di bagian utara dan 80% wilayah perbukitan di bagian selatan. Kedua wilayah morfologi tersebut dipisahkan oleh sesar yang berarah relatif barat - timur. Menurut konsep yang ada selama ini, sesar tersebut dianggap sebagai akibat pelongsoran tebing utara dinding gunung Ungaran; akibatnya sesar tersebut dianggap tidak aktif. Berdasarkan analisa penginderaan jauh, sesar tersebut memanjang ke timur memotong daerah dengan satuan batuan yang berumur sangat muda. Di samping itu, pada rekaman kegempaan juga dijumpai gempa dangkal di sekitar Semarang. Dan data tersebut, sesar yang melewati Kotamadya Semarang diduga aktif, sehingga perlu dipertimbangkan dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilaya h.

Environmental concern and sustainable development concept considers how minimizing environmental degradation due to physical development process. Geological information provides information of geological recources, geologic hazard, and natural support capacity in such region which are important basic data in designing development and settlement plan of the region. Morphologically, Semarang District consists of approximately 20% plain area to the north and approximately 80% hilly area to the south which are bounded by a fault. In previous interpretation, this fault genesis is due to considered as inactive fault. Based on remote sensing analysis, this fault has strike along to east to cut the soil which has the youngest age in study area. The seismicity map of the Central Java area has shown that shallow seismities have been occurred in Semarang and surounding. Based on the data mentioned above, the fault has been supposed to be active, consequently this must be taken into account in designing development and settlement plan of Semarang District.

Kata Kunci : Struktur Geologi, Pengembangan Wilayah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.