Laporkan Masalah

WAKTU AKTIF HARIAN DAN PERSEBARAN GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) PADA DAERAH TEPI DI TAMAN NASIONAL TESSO NILO, PROPINSI RIAU

ARI TRI SEWARAS HATI, Dr. Moh. Ali Imron, S. Hut, M. Sc.

2013 | Skripsi | KONSERV. SUMBER DAYA HUTAN

Keadaan ini berakibat pada kondisi habitat yang tertekan bagi gajah dalam melakukan pergerakan dan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Perubahan Populasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) saat ini terancam karena berkurangnya habitat alaminya yang disebabkan oleh alih fungsi lahan hutan. Tumpang tindih keperluan sosial ekonomi masyarakat dengan kebutuhan habitat dari satwa khususnya gajah mengakibatkan tingginya konflik gajah dengan manusia. kondisi habitat ini akan berpengaruh pada gajah, khususnya pada penggunaan waktu aktif dan persebaran gajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu aktif harian gajah dan mengetahui persebaran gajah terhadap daerah tepi di Taman Nasional Tesso Nilo Propinsi Riau. Penelitian ini dilakukan dengan metode camera trap dan garis transek occupancy. Data waktu aktif dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan data persebaran dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi bivariat spearman untuk mengetahui hubungan daerah tepi terhadap kehadiran gajah. memiliki hubungan yang kuat pada aspek batas Hasil penelitian menunjukkan bahwa gajah di Taman Nasional Tesso Nilo memiliki waktu aktif cathemeral (aktif pada siang dan malam hari). Prosentase penggunaan waktu aktif siang 60%, malam 30%, dan peralihan 10%. Persebaran gajah terhadap daerah tepi terhadap wilayah pemukiman, dan terdapat hubungan yang moderat pada aspek batas terhadap wilayah perambahan dan batas tepi kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Gajah tersebar pada wilayah hutan alam sebagai habitat alaminya yang ideal dan cenderung berada pada daerah tepi yang menjadi batas antara hutan alam dengan wilayah bukaan berupa wilayah perambahan maupun kebun di sekitar pemukiman. Hal ini karena gajah menyukai wilayah yang menyediakan variasi pakan lebih banyak dan wilayah terbuka untuk pergerakannya.

s Sumatran Elephants (Elephas maximus sumatranus) population have been threatened due to the habitat reduction which is caused by land use change. Overlapping between human social-economic needs and elephant habitat could lead to the increase of human-elephants conflict. These conditions supresses elephant movement and will affect to elephant, especially for active periods and distribution. The aims of this study is to identification of daily active periods of elephants and their distribution, in relation with border area of Tesso Nilo National Park, Riau Province. Camera trap method and occupancy transect line were carried out to identify presence of elephant. Active period identification was determined by descriptive-qualitative method while distribution data were analyzed by spearman bivariate correlation to indentify the correlation of border area on elephant presence. periods The research results show that daily activity of elephants in Tesso Nilo National Park is cathemeral, active during daylight and night. The percentage of the active period in daylight accounted for 60%, 30% in night, and 10% in transition time. The distribution of elephants on border area had a strong correlation at the aspects of boundary settlement area, and there are moderate correlation at the aspects of boundary encroachment and boundary of national park area. Elephants spread in natural forest as their ideal natural habitat and tend to be on the edge of the area that became the boundary between the natural forest and the opened area in the form of encroachment and plantation areas around settlements. Elephants likely to live in open area which could support its movement and provide food variation.

Kata Kunci : Gajah Sumatera, Waktu aktif, Persebaran, Daerah tepi, Taman Nasional Tesso Nilo


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.