HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI SARAPAN, JENIS HIDANGAN SARAPAN, KONSUMSI SNACK DAN ASUPAN ENERGI DENGAN KEJADIAN OBESITAS REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA
ZAHRA ANGGITA PRATIWI, Dr. Toto Sudargo, SKM, M.Kes.
2013 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar Belakang: Penyebab obesitas merupakan multifaktor. Salah satunya adalah dengan pengaturan makan yang tidak baik. Remaja yang tidak sarapan akan cenderung menggantinya dengan mengkonsumsi snack yang bila dikonsumsi berlebihan berdampak buruk untuk kesehatan. Aspek lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah tentang jenis makanan apa yang baik dikonsumsi sebagai hidangan sarapan karena akan berpengaruh pada asupan nutrisi yang dikonsumsi. Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui hubunagan frekuensi sarapan dengan asupan energi, 2) mengetahui hubungan jenis hidangan sarapan dengan asupan energi, 3) mengetahui hubungan konsumsi snack dengan asupan energi, 4) mengetahui hubungan asupan energi dengan obesitas, dan 5) mengetahui hubungan frekuensi sarapan, jenis hidangan sarapan, konsumsi snack dan asupan energi dengan kejadian obesitas remaja di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Metode Penelitian: penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian ini sebanyak 140 remaja berusia 15 sampai 18 tahun yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Pemilihan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Sampel yang terpilih mengisi kuesioner sarapan dan diukur konsumsi snack dan asupan energi dengan cara wawancara menggunakan semi-quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Selanjutnya, pengukuran status gizi dengan cara penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan oleh enumerator. Hasil Penelitian: hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara frekuensi sarapan dengan asupan energi (p <0,05), sedangkan jenis hidangan sarapan tidak berhubungan dengan asupan energi (p>0.05), namun konsumsi snack berhubungan dengan asupan energi (p<0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya hubungan frekuensi sarapan dan asupan energi (p<0,05) dengan kejadian obesitas. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian obesitas adalah asupan energi (β = 6,422). Jenis hidangan sarapan dan konsumsi snack tidak berhubungan dengan kejadian obesitas (p > 0,05). Kesimpulan: terdapat hubungan bermakna frekuensi sarapan dan asupan energi dengan obesitas remaja di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Namun fekuensi sarapan tidak berhubungan dengan asupan energi. Kata kunci: frekuensi sarapan, jenis hidangan sarapan, konsumsi snack, asupan energi, obesitas, remaja.
Background: The causes of obesity are multifactorial. One possible cause is poor diet. Adolescents who skip breakfast are likely to replace them with a consume snacks that when consumed in excess is bad for the health. Another aspect that needs attention is also about what kind of food is best eaten as a breakfast dish because it will affect the intake of nutrients consumed. Objective: This study aimed to 1) determine the relationship of frequency breakfast with energy intake, 2) determine the relationship of breakfast dishes with energy intake, 3) determine the relationship of snack consumption with energy intake, 4) determine the relationship of energy intake with obesity, and 5) determine the relationship of the frequency breakfast, breakfast type dish, snack consumption and energy intake with the incidence of adolescent obesity in SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Design: This study is an observational study with cross-sectional design. The study subjects were 140 adolescents aged 15 to 18 who attend school in SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. The selection of the subject using a stratified random sampling technique. Samples were selected to fill out questionnaires measured breakfast and snack consumption and energy intake by interview using a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Furthermore, measurement of nutritional status by weighing and height measurement by enumerators. Results: bivariate analysis showed that there was a significant association between breakfast frequency with energy intake (p< 0.05), while the type of breakfast dish wasn’t associated with energy intake (p> 0,05) and snack consumption associated with energy intake (p <0,05). Multivariate analysis showed an association breakfast frequency and energy intake (p <0.05) with the incidence of obesity. The most dominant factor associated with the incidence of obesity is breakfast frequency (β = 6,422). Type of breakfast dish and snack consumption was not associated with the incidence of obesity (p> 0,05). Conclusions: there is a significant relationship of breakfast frequency and energy intake in obese adolescents at SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. However breakfast frequency is not related to energy intake. Keywords: breakfast frequency, breakfast type dish, snack consumption, energy intake, obesity, adolescent.
Kata Kunci : -