Laporkan Masalah

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Pasien HIV dan AIDS Terhadap Pelayanan Gizi Selama Rawat Inap

NUR SHOLIKHAH P S, dr. Yanri Wijayanti Subronto, Ph.D, SpPD

2013 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar belakang: Pelayanan gizi merupakan pelayanan kesehatan yang cukup penting terutama untuk pasien HIV dan AIDS. Oleh karena itu, pelayanan gizi harus ditingkatkan sehingga memberikan kepuasan kepada pasien. Kepuasan pasien dianggap sebagai prediktor dari pemanfaatan pengobatan, terutama untuk pasien HIV dan AIDS sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien HIV dan AIDS terhadap pelayanan gizi selama rawat inap. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian mixed method yaitu penggabungan metode kualitatif dan kuantatif. Metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan phenomenology dan kuantatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien HIV dan AIDS yang dirawat inap di rumah sakit Yogyakarta yang menyediakan layanan VCT dan CST. Subjek penelitan berjumlah 33 orang berdasarkan kriteria inklusi. Metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner ServQual yang dimodifikasi untuk pelayanan gizi, serta pedoman wawancara mendalam. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober 2012 sampai Mei 2013. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan uji chi- square dan uji regresi logistik. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak analisis statistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien cukup baik yaitu sebesar 66,67% (n=22) dari 33 responden. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara mendalam terhadap sebagian besar pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan gizi yang diterima. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik reponden, faktor administrasi, dimensi tangible, reliabilitas dan responsiveness dengan kepuasan pasien (p > 0,05). Sedangkan dimensi assurance dan empati menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kepuasan pasien (p < 0,05). Kesimpulan: Faktor–faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien HIV dan AIDS terhadap pelayanan gizi selama rawat inap adalah dimensi assurance dan empati.

Backgroud: Nutrition care is essential health services, especially for patient with HIV and AIDS. Therefore, nutrition care should be improved to provide satisfaction to the patient. Patient satisfaction was considered predictor and utilization treatment to improve the quality of life. Objective: To identify factors related to patient satisfaction with HIV and AIDS towards nutrition care in hospital. Methods: This study was a mixed method, there were phenomenology qualitative and cross sectional design. Subject of the study were as many 33 patients with HIV and AIDS in HIV referral Hospital. Methods of data collection was done by using the ServQual’s questionnaire that was modified for nutrition care, and guideline of indepth interview. Data were collected from October 2012 to May 2013. Relationship’s analysis among variables used chi- square test and logistic regression test. Data analysis was performed by using statistical analysis software. Result: The results showed that the level of patient satisfaction was good enough amounting 66,67% (n=22) of the 33 respondents.This was confirmed by the results of in-depth interview with the majority of patients were satisfied with nutrition care. Statistical showed that there was no correlation between characteristics of respondents, administrative factors, tangible, reliability, and responsiveness with patient satisfaction (p>0,05). Whereas, assurance and empathy showed correlation with patient satisfaction (p<0,05). Conclusion: Factors related to patient satisfaction with HIV and AIDS towards nutrition care in hospital was the assurance and empathy.

Kata Kunci : Kepuasan, pelayanan gizi, pasien rawat inap, HIV dan AIDS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.