VALIDASI METODE ANALISIS DELTAMETHRIN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) : Penggunaan Kolom C18, dengan Fase Gerak Asetonitril 80% dalam Akuabides, Laju Alir Fase Gerak 1,6ml/menit, dan Panjang Gelombang Detektor UV-Vis 190 nm
LEOISNA NIRBHITA FAJRIN, drh. R. Gagak Donny Satria, M.P., M.Pd.
2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWANDeltamethrin merupakan salah satu pestisida yang banyak digunakan baik pada tanaman maupun hewan. Pengujian terhadap pestisida ini telah banyak dilakukan dengan berbagai metode. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi terhadap metode alternatif pengujian deltamethrin menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan deltamethrin murni. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah KCKT Shimazu 6.1 dengan fase gerak asetonitril 80% dalam akuabides dengan kecepatan alir 1,6 ml/menit dan panjang gelombang detektor 190 nm. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan menghitung rata-rata, standar deviasi dan relatif standar deviasi. Hasil penelitian menunjukan rerata luas area untuk masing-masing konsentrasi 0,1 ug/ml, 0,25 ug/ml, 0,5 ug/ml, 1 ug/ml, 2 ug/ml, dan 5 ug/ml berturut-turut adalah 52806.33, 119070.3, 220292, 449448.7, 856049.3, dan 2177558, dengan persamaan garis linear y = 433070x + 7092, dengan R = 0,999. Dapat disimpulkan bahwa metode yang dilakukan valid dilihat dari spesifisitas, batas deteksi, batas kuantifikasi, presisi, akurasi, dan linearitas.
Deltamethrin was a common pesticide used in plants and animals. Research about this pesticide has been done with various methods. The purpose of this research was to validate the alternative test method of deltamethrin using High Performance Liquid Chromatography (HPLC). This research used pure deltamethrin. The tool in this research was HPLC Shimazu 6.1 with 80% acetonitrile in aquabides for mobile phase, flow rate 1.6 ml / min and detector wavelength 190 nm. The data were analyzed by calculated the average, standard deviation, and relative standard deviation. The results showed the average area for each concentration of 0.1 ug/ml, 0.25 ug/ml, 0.5 ug/ml, 1 ug/ml, 2 μg/ml, and 5 ug/ml, were 52806.33, 119070.3, 220292, 449448.7, 856049.3, and 2,177,558, with a linear equation y = 433070x + 7092, R = 0,999. It can be concluded that the method is valid based on specificity, limit of detection, limit of quantification, precision, acuration, and linearity.
Kata Kunci : deltamethrin, KCKT, validasi