DISPARITAS SPASIAL ANGKA HARAPAN HIDUP DI INDONESIA TAHUN 2010
EVIANA ANGGRAINI, Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si.
2013 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKesehatan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Tubuh yang sehat dapat digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas demi memenuhi kebutuhan hidup. Derajat kesehatan masyarakat di suatu daerah dapat dilihat berdasarkan nilai Angka Harapan Hidup (AHH). Indonesia yang merupakan negara kepulauan terdiri dari 33 provinsi dengan karakteristik masing-masing. Karakteristik tersebut menyebabkan variasi AHH di Indonesia pada tahun 2010. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan AHH berbagai wilayah Indonesia pada tahun 2010. Selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk menyelidiki faktor yang paling berpengaruh terhadap AHH Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan RI dan publikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis komparasi keruangan dan analisis regresi linier ganda. Kedua analisis tersebut digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Unit analisis dalam penelitian ini adalah wilayah yaitu provinsi. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa wilayah Indonesia bagian barat cenderung mempunyai AHH di atas standar nasional sedangkan wilayah Indonesia bagian timur cenderung di bawah standar nasional. Faktor lingkungan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap AHH di Indonesia pada tahun 2010. Nilai beta (β) variabel lingkungan mempunyai nilai paling tinggi (0,408) jika dibandingkan dengan variabel lainnya.
Health is a basic human need. Healthy body is able to do many activities. Public health can be seen based on Life Expectancy. Indonesia is an archipelago country consisting of 33 provinces with their own characteristics. These characteristics cause the variation of Life Expectancy in Indonesia by 2010. The aims of this research are to know the disparity of Life Expectancy in many regions of Indonesia by 2010. Moreover, this research is aimed to investigate the most influence factor on Life Expectancy. This research used secondary data, which is Research Results of Basic Health (RISKESDAS) from Indonesia Ministry of Health and publication from Central Bureau of Statistic (BPS). This research uses comparative spatial analysis and multiple linear regressions. These two analyses are used to answer the aims of the research. The unit of analysis in this research is region at provincial level. Based on study results, the conclusion is the west region of Indonesia tends to have Life Expectancy above the national standard, meanwhile the east region of Indonesia tends to have Life Expectancy below the national standard. Environmental factor is the most influence factor on Life Expectancy in Indonesia by 2010. Beta (β) value of environmental variable is the highest value (0,408) among the others.
Kata Kunci : angka harapan hidup, disparitas spasial, regresi