Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA PADA REZIM INFLATION TARGETING FRAMEWORK 2005:3-2012:4

GALUH MUHAMAD IQBAL SAS, Muhammad Edhie Purnawan, MA, Ph.D

2013 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Pada bulan Juli tahun 2005 Bank Indonesia (BI) sepenuhnya telah mengadopsi Inflation Targeting Framework (ITF) dengan tujuan untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Kestabilan nilai tukar rupiah adalah kestabilan terhadap hargaharga barang dan jasa yang tercermin pada tingkat inflasi yang rendah dan stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis rata-rata tingkat inflasi di Indonesia pasca penerapan ITF; (2) Menganalisis pengaruh guncangan (shock) pada pergerakan nilai tukar Rupiah, tingkat suku bunga BI rate, pertumbuhan jumlah uang beredar (M2) dan pertumbuhan ekonomi terhadap inflasi di Indonesia pada rezim ITF; (3) Menganalisis faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap inflasi pada rezim ITF di Indonesia. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Vector AutoRegressive (VAR), Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah (1) Rata-rata tingkat inflasi Indonesia setelah menerapkan ITF terlihat lebih rendah dibandingkan dengan sebelum menerapkan ITF, dimana Indonesia masuk ke dalam negara berkembang yang memiliki tingkat inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi tinggi; (2) Hasil analisis IRF menunjukkan ketika ada guncangan nilai tukar rupiah, pertumbuhan jumlah uang beredar dan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 standar deviasi, inflasi meresponya secara positif, hanya saja pada saat ada guncangan dari tingkat suku bunga BI rate, inflasi meresponnya secara negatif; (3) Hasil analisis FEVD, menunjukkan bahwa variabel tingkat suku bunga BI rate pengaruhnya paling rendah di bandingkan variabel lainnya.

Abstract: In July 2005, BI is fully adopted Inflation Targeting Framework (ITF) with the objective to stabilize Rupiah’s exchange rate. Rupiah exchange rate stability is the stability towards price of service and goods which reflected by the lower and stable rate of inflation. The purpose of this research is to (1) analyze the average rate of inflation in Indonesia in the post ITF regime; (2) analyze the shock in Rupiah exchange rate, BI rate, growth of money supply (M2), and economic growth volatility towards inflation rate in Indonesia’s ITF regime; (3) analyze factor which have dominant effect to inflation rate in indonesian ITF regime. Analyzing tools being used in this research is vector AutoRegressive (VAR), impulse response function (IRF), and Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). The results of this research are (1) the average of inflation rate in indonesia after implementing ITF regime is lower compared to before, where indonesia is being included in the development countries which have higher rate of inflation and economic growth; (2) IRF analyze results shows when there's a shock in rupiah exchange rate, growth of M2, and economic growth in 1 standard deviation scale, the inflation rate responded it positively, however when there's a shock from BI rate, inflation rate responded it negatively; (3) the FEVD results shows that BI rate variable have the lowest effects among other variables.

Kata Kunci : Nilai Tukar Rupiah, BI rate, M2, Pertumbuhan Ekonomi, VAR, IRF, dan FEVD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.