Laporkan Masalah

HUBUNGAN ASUPAN SAYURAN, BUAH DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS ABDOMINAL PADA REMAJA

GUNTARI MARYASTUTI, Martalena Br. Purba, MCN, Ph.D

2013 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang : Saat ini, pandangan tentang obesitas lebih mengarah pada lokasi penimbunan lemak di tubuh, terutama pada daerah abdominal. Era globalisasi dan urbanisasi mengakibatkan pergeseran dari makanan tradisional yang sehat, berserat tinggi, rendah lemak, rendah kalori, terdiri dari sayuran dan buah-buahan, menuju makanan yang padat kalori dan mengandung lemak jenuh tinggi. Selain pola makan, perubahan gaya hidup seperti aktivitas fisik yang kurang, secara signifikan juga berkontribusi terhadap kejadian overweight dan obesitas, yang merupakan faktor risiko penyakit-penyakit degeneratif. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara asupan sayuran, buah dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas abdominal pada remaja. Metode Penelitian : Jenis penelitan ini adalah observasional retrospektif dengan rancangan kasus-kontrol pada siswi SMA Bopkri 1 Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan pada bulan September-November 2012 dengan jumlah responden sebanyak 90 orang (45 orang kasus dan 45 orang kontrol) berusia 15- 18 tahun dan memenuhi kriteria inklusi. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian : Responden dengan kategori asupan sayuran kurang yaitu 36 orang (80% kasus) dan 33 orang (73,3% kontrol), OR=1,455 (p>0,05), kategori asupan buah kurang yaitu 32 orang (71,1% kasus) dan 28 orang (62,2% kontrol), OR=1,495 (p>0,05) sedangkan kategori asupan sayuran dan buah kurang yaitu 43 orang (75,6% kasus) dan 25 orang (55,6% kontrol), OR=2,473 (p>0,05). Responden dengan kategori aktivitas fisik ringan yaitu 9 orang (20,0% kasus) dan 4 orang (8,9% kontrol), aktivitas fisik sedang yaitu 31 orang (68,9% kasus) dan 29 orang (64,4% kontrol) serta aktivitas fisik berat yaitu 5 orang (11,1% kasus) dan 12 orang (26,7% kontrol). Aktivitas ringan vs sedang-berat OR=2,562 (p>0,05) sedangkan aktivitas berat vs ringan-sedang OR=0,344 (p>0,05). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan sayuran, buah dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas abdominal pada remaja.

Background: Currently, views on obesity is more directed to the location of the accumulation of fat in the body, especially in the abdominal area. The era of globalization and urbanization led to a shift from traditional food healthy, highfiber, low in fat, low in calories, made up of vegetables and fruits, to the caloriedense foods high in saturated fat and contain. In addition to diet, lifestyle changes such as physical inactivity, also contribute significantly to the incidence of overweight and obesity, which are risk factors for degenerative diseases. Objective: To identify the relationship between the intake of vegetables, fruit, and physical activity with incident of abdominal obesity in adolescents. Method: This research was a retrospective observational case-control design in high school Bopkri 1 Yogyakarta. Data collection was conducted in September- November 2012 with the number of respondents, 90 people (45 cases and 45 controls) aged 15-18 years and met the inclusion criteria. The statistical test used is the Chi - Square with a confidence level of 95%. Results: Respondents with less vegetables intake category is 36 people (80% of cases) and 33 people (73.3% of control), OR=1.455 (p> 0.05), less intake of fruits category are 32 people (71.1% of cases) and 28 people (62.2% of control), OR=1.495 (p> 0.05) while the category of less vegetables and fruits intake is 43 people (75.6% of cases) and 25 people (55.6% of control ), OR=2.473 (p> 0,05). Respondents with light physical activity categories are 9 people (20.0% of cases) and 4 people (8.9% of control), moderate physical activity is 31 people (68.9% of cases) and 29 people (64.4% of control) and vigorous physical activity is 5 people (11.1% of cases) and 12 people (26.7% of control). Light activity vs. moderatevigorous activity OR=2.562 (p> 0.05), while vigorous activity vs. light-moderate activity OR=0.344 (p> 0,05). Conclusion: There was no significant association between intake of vegetables, fruits, and physical activity with incident of abdominal obesity in adolescents.

Kata Kunci : Asupan Sayuran, Asupan Buah, Aktivitas Fisik dan Obesitas Abdominal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.