LESI LIDAH PADA PENGGUNA METAMFETAMIN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA YOGYAKARTA
RENA FUJI ERIN SETYAWATI, drg. Sri Budiarti, M.S.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGILidah merupakan jaringan muskular pada midline cavum oris bagian inferior yang tersusun atas otot, papila, dan membran mukosa. Berbagai kondisi seperti trauma, inflamasi, infeksi, neoplasma, kelainan pertumbuhan dan perkembangan dapat menimbulkan abnormalitas pada lidah berupa lesi. Penyebab lesi lidah multifaktorial diantaranya penggunaan obat-obatan. Obat-obatan tidak hanya digunakan sebagai medikasi tetapi beberapa ada yang disalahgunakan. Obat-obatan yang paling banyak disalahgunakan yaitu metamfetamin sebagai narkoba golongan psikotropika. Efek sistemik dan lokal akibat penggunaan metamfetamin serta cara penggunaannya dapat menjadi faktor risiko munculnya lesi lidah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran lesi lidah pada pengguna metamfetamin di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada 51 pengguna metamfetamin warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Yogyakarta, dengan metode survei cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data diambil dengan melakukan pemeriksaan klinis pada lidah sesuai pemeriksaan standar diagnostik kemudian dicatat pada blangko subyek sampel. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan lesi lidah pada 32 subyek (63,0%), sedangkan 19 subyek (37,0%) tidak ada lesi lidah. Lesi yang ditemukan yaitu crenated tongue (66,7%), coated tongue (11,1%), hairy tongue (5,6%), macroglossia (5,6%), fissured tongue (2,8%), geographic tongue (2,8%), pigmentasi rasial (2,8%), dan nodul (2,8%). Dapat disimpulkan bahwa variasi lesi lidah yang ditemukan ada 8 jenis, dengan crenated tongue sebagai lesi terbanyak, kedua coated tongue, dan ketiga hairy tongue dan macroglossia.
Tongue is muscular tissue on the inferior midline of cavum oris composed of muscles, papilla, and mucous membrane. Traumatic, inflammation, infection, neoplasm, growth and development disorder may cause abnormality of tongue as lesion. Etiology of the tongue lesions are multifactorials, such as drugs consumption. Drugs do not only use for medication but also being abused. Methamphetamine as a psychotropic drug is one of drugs that mostly abused. Systemic and local effects of smoking methamphetamine may be an etiologic factors for the emerging of tongue lesion. The aim of this study was to know the variety of tongue lesions on methamphetamine abusers in Yogyakarta‟s narcotics prison. This study was conducted in 51 methamphetamine abusers by using a cross sectional survey method. The samples were selected by using consecutive sampling technique. Clinical examination of the tongue used diagnostic standard for oral examination and the result was recorded in subject sample form. The data was analyzed by quantitative descriptive analysis. The results of this study tongue lesions were found in 32 subjects (63.0%), while 19 subjects (37.0%) did not have any abnormality. The tongue lesions found are crenated tongue (66.7%), coated tongue (11.1%), hairy tongue (5.6%), macroglossia (5.6%), fissured tongue (2.8%), geographic tongue (2.8%), racial pigmentation (2.8%), and nodule (2.8%). The conclusion were there are 8 variations of tongue lesions and crenated tongue is the most lesions that found in methamphetamine abusers, followed by coated tongue, and the third are hairy tongue and macroglossia.
Kata Kunci : metamfetamin, lesi lidah, crenated tongue, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Yogyakarta