PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 7 ETM+ UNTUK DETEKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PASCA BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI TAHUN 2010
RASTIKA WIDIASTUTI, Ir. Christine Noegroho Kartini, SU. Pj.
2013 | Skripsi | TEKNIK GEODESIBencana erupsi gunung Merapi pada tahun 2010 merupakan letusan gunung merapi terbesar sepanjang 100 tahun terakhir. Fenomena alam ini menyebabkan dampak yang menimbulkan perubahan yang cukup signifikan terhadap penggunaan lahan di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Perubahan penggunaan lahan pasca erupsi gunung Merapi perlu diidentifikasi, salah satu cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi perubahan penggunaan lahan adalah dengan memnfaatkan citra Landsat 7 ETM+. Proyek ini bertujuan untuk memanfaatkan citra Landsat 7 ETM+ mode SLC-off untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan setelah bencana letusan Gunung Merapi pada tahun 2010. Data yang digunakan adalah citra Landsat 7 ETM+ mode SLC-off tahun 2009 dan 2012 pada path 120 dan row 65. Kerusakan sensor yang menyebabkan rusaknya citra penginderaan jauh yang dihasilkan oleh satelit Landsat 7 ETM+ bisa diatasi dengan proses gapfilling sehingga informasi yang terkandung dalam citra tetap bisa diekstrak. Proyek ini dilakukan melalui tahapan pre-processing citra yang meliputi gapfilling, pembuatan citra komposit, koreksi radiometrik, koreksi geometrik, dan cropping citra. Processing meliputi tahap pemilihan training area, perhitungan statistik training area, klasifikasi digital, dan change detection. Perubahan penggunaan lahan akibat erupsi dapat dideteksi dengan cepat menggunakan metode change detection yang mengaplikasikan teknik image differencing. Klasifikasi yang digunakan adalah klasifikasi digital minimum distance. Ketelitian hasil klasifikasi citra Landsat 7 ETM+ tahun 2009 sebesar 88,9 % dan tahun 2012 sebesar 89,6%. Analisis change detection menghasilkan informasi adanya perubahan penggunaan lahan pada luas area penelitian sebesar 2208,463 km2 yaitu penggunaan lahan pemukiman bertambah sebesar 70,124 km2, lahan sawah bertambah seluas 481,930 km2, penggunaan lahan untuk tubuh air bertambah sebesar 23,292 km2, sedangkan material vulkanik mengalami pengurangan luas penggunaan lahan sebesar 6,276 km2, lahan hutan berkurang seluas 199,856 km2, jalan berkurang sebesar 1,776 km2, dan untuk penggunaan lahan tanah terbuka berkurang seluas 268.148 km2.
Merapi eruption disaster in 2012 is the biggest eruption during the last 100 years. Natural phenomena caused the significant landuse changing around Yogyakarta and Jateng. The landuse changing post merapi eruption should be identified. To analyze the changing, landsat 7 ETM+ imagery can be used.The landuse changing post 2010 merapi eruption can be identified by using Landsat 7 ETM+ mode SLC-off. Landsat 7 ETM+ mode SLC-off with path 120 and row 65 year 2009 and 2012 are involved in this research. Broken sensor which cause the Remote Sensing Imagery that produced by Landsat 7 ETM+ satellite is resolved with gapfilling process. By doing this, the information contained in the image can be extracted. Through the imagery pre-processing completed with gapfilling, image compossit, radiometric correction, geometric correction, and imagery cropping, this research project is done. There were several stages to process. These were the stages: choosing the training area, statistic calculating for the training area, and detecting the changes. This project using minimun distance digital classification. Overall accuracy for Landsat 7 ETM+ year 2009 image is 88,9% and for year 2012 image is 89,6%. Change detection analisys is proved that there are landuse changing on 2208,463 kms project area. Urban area is increasing 70,124 kms, agriculture field is increasing 481,930 kms, water landuse is increasing 23,292 kms, the width of volcanic material is decreasing 6,276 kms, forest is decreasing 199,856 kms, farm is decreasing 82,905 kms, sand area is decreasing 27,736 kms, road is decreasing 1,776 kms, and for open area is decreasing 268,148 kms. (kms= kilometers square)
Kata Kunci : erupsi merapi 2010, Landsat 7 ETM+, deteksi perubahan