HUBUNGAN JUMLAH GIGI DAN ASUPAN MAKANAN DENGAN STATUS GIZI (Kajian Pada Usia 50 Tahun ke Atas di Kalurahan Wirokerten dan Kalurahan Singosaren Kecamatan Banguntapan DIY)
UTAMI A, drg. Dibyo Pramono, SU, MD.Sc.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIStatus gizi merupakan gambaran keseimbangan antara kebutuhan zat gizi dengan asupan makanan. Status gizi dipengaruhi oleh asupan makanan, faktor kesehatan tubuh secara umum, faktor kesehatan gigi dan mulut, faktor sosial ekonomi serta faktor lingkungan. Faktor kesehatan gigi dan mulut yang sangat mempengaruhi status gizi adalah jumlah gigi. Berkurangnya jumlah gigi akan menurunkan kemampuan pengunyahan makanan. Kesulitan dalam mengunyah akan mengakibatkan perubahan jumlah dan jenis asupan makanan. Perubahan pola konsumsi tersebut akan mempengaruhi status gizi seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jumlah gigi dan asupan makanan dengan status gizi. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional. Pada penelitian ini status gizi diukur dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT), dihitung sebagai kg/m2. Jumlah gigi yang tersisa akan dihitung, dengan sisa akar gigi dianggap sebagai gigi hilang dan gigi molar ke 3 tidak dihitung. Data asupan makanan di peroleh dengan metode food recall dan dihitung nilai AKG individu.Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan uji analisis regresi sederhana dengan taraf signifikansi sebesar 0.25 dan analisis regresi berganda dengan taraf signifikansi sebesar 0.05. Hasil analisi regresi sederhana menunjukkan bahwa variabel jumlah gigi dan variabel asupan makanan mempunyai taraf signifikansi < 0.25. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa jumlah gigi mempunyai hubungan yang bermakna terhadap status gizi dengan taraf signifikansi 0.003 dan asupan makanan mempunyai hubungan yang tidak bermakna dengan status gizi dengan taraf signifikansi 0.089. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara jumlah gigi dengan status gizi dan tidak ada hubungan antara asupan makanan dengan status gizi.
Nutritional status is the picture of the balance of nutritional needs with food intake. Nutritional status is influenced by food intake, general health, oral health, socio-economics and environmental factors. Oral health factors that influence nutritional status is the number of teeth. Reduced number of teeth will reduced the ability of mastication of food. Difficulty in chewing resulted in changes in the amount and type of food intake. Changing consumption pattern will affect nutritional status. The purpose of this study was to determine the relationship between the number of teeth and food intake and nutritional status. This study is an observational study with cross-sectional design. In this study, the nutritional status was measured by calculating body mass index (BMI), calculated as kg/m2. The number of remaining teeth was calculated, the rest of the root tooth is considered as missing teeth and third molar are not counted. Food intake data was obtained by food recall method and calculated value of the individual AKG. The data were analyzed using simple regression analysis test with a significance level of 0.25 and a multiple regression analysis with a significance level of 0.05 level. Simple regression analysis results indicate that the variable number of teeth and food intake variables have a significance level of <0.25. Results of multiple regression analysis showed that the number of teeth has a significant relationship to the nutritional status of the 0.003 significance level and food intake had no significant relationship with the nutritional status significance level of 0.089. The conclusion from this study is that there is a relationship between the number of teeth with nutritional status and no relationship between dietary intake and nutritional status.
Kata Kunci : status gizi, asupan makanan, jumlah gigi