EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN OBAT PADA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT GRHASIA YOGYAKARTA
Rendita Dwibarto, dr.Lutfan Lazuardi, Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Sistem Informasi Manajemen Obat sangat dibutuhkan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, karena jika pengelolaan informasi dilakukan secara manual banyak data yang terabaikan dan dampaknya sangat dirasakan dalam pengambilan keputusan. Pada tahun 2004 Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta telah mengaplikasikan Sistem Informasi Manajemen Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Adapun permasalahan yang masih terjadi saat ini yaitu: masih adanya kekosongan obat, masih ada stok obat dalam proses perencanaannya belum sesuai kebutuhan, masih ada perbedaan antara data manual dan data computer, serta sering terjadi kerusakan akibat sambaran petir, sehingga sistem informasi yang telah tersambung dengan LAN menjadi rusak. Mengetahui hal tersebut baik tidaknya kualitas yang dihasilkan suatu sistem, berjalan tidaknya aplikasi yang ada maka diperlukan suatu evaluasi. Tujuan: Untuk mengevaluasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen Obat dalam pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta meliputi komponen Input, Procces, Output. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan rancangan penelitian studi kasus. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif. Informasi didapat dari format checklist observasi, telaah dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil: Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta terdapat 2 (dua) macam model dalam pengelolaan obat yaitu: billing system dan sistem Inventori. Dari segi proses pengembangan sistem informasi manajemen obat belum melibatkan pihak manajemen. Kurangnya kerja sama antar unit-unit, dan tidak ada koordinasi antara lini yang baik dengan pihak yang saling terkait, antara pihak manajemen dengan pihak IFRS. Belum adanya SOP/Protap sebagai pedoman kerja yang jelas dan batasan-batasan pekerjaan bagi petugas yang menggunakan billing system. Penggunaan billing system di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta, semua informasi telah memenuhi karakteristik dari informasi yang baik yaitu, akurat, tepat waktu, lengkap, relevan, terpercaya, terverifikasi, mudah dipahami, dan mudah diperoleh. Akan tetapi dalam penggunaan sistem inventori informasi yang dihasilkan secara umum belum memenuhi karakteristik dari informasi yang baik. Kesimpulan: Penerapan Sistem Informasi Manajemen Obat di IFRS Grhasia Yogyakarta belum optimal karena proses penerapannya sistem inventori belum berbasis komputer. Sehingga output yang dihasilkan belum dapat untuk pengambilan keputusan.
Background: Medicine Management Information System is needed by the hospital pharmacy installation to support rapid and appropriate decision making because if management information is done manually there is a lot of data that over looked and the impact is felt in decision-making. In 2004, Grhasia Yogyakarta hospital has applied Medicine Management Information System in Hospital Pharmacy Installation. The problems that still exist now are: the persistence of vacancies, there is still medication stockin the planning process is not appropriate, there is still a difference between the data manually and Medicine Management Information Systems, and frequent computer damage from lightning strikes, so the information system that are connected to the LAN to be broken. Find out it is good or bad quality of the output of a system, running or not existing applications it would require evaluation. Objectives: To evaluate the use of Medicine Management Information System in the management of medication in Hospital Pharmacy Grhasia Yogyakarta include components Input, Process, and Output. Methods: This research is a qualitative research, using a case study design. The data collected is a qualitative data. Information obtained from observation checklist format, review the documentation and in depth interview. Results: Use of medicine Management Information System in Hospital Pharmacy Installation Grhasia Yogyakarta there are two (2) kinds of models in the medicines management: billing system and inventory system. In terms of the process development of medicines management information systems do not involve the management. The lack of cooperation between the units, and there is no coordination well between the lines and inter related, between management and IFRS. The absence of SOP as a clear work guidelines and limits of work for officers who use billing system. Use billing system in Hospital Pharmacy Installation Grhasia Yogyakarta, all information has met the characteristics of good information that is accurate, timely, complete, relevant, reliable, verified, easy to understand, and easy to obtain. However, the use of inventory system the information generated generally has not fulfilled the characteristics of good information. Conclusions: The implementation of Medicine Management Information System in IFRS Grhasia Yogyakarta is not optimal due to the implementation of inventory system not use computer-based yet. So that the resulting output cannot use for decision making.
Kata Kunci : Evaluasi Sistem Informasi, Manajemen Obat, Instalasi Farmasi Rumah Sakit