KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT METAKRILAT DENGAN RESIN KOMPOSIT SILORANE YANG DIRENDAM DALAM SALIVA DENGAN pH YANG BERBEDA
ERDANANDA NINDYA W, drg. Diatri Nari Ratih, M.S., Sp.KG., Ph.D.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIKekasaran permukaan suatu restorasi dipengaruhi oleh kondisi rongga mulut. Restorasi selalu berhubungan dengan cairan dalam rongga mulut terutama saliva. Saliva pada tiap individu memiliki pH yang berbeda, ada yang asam, netral dan basa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kekasaran permukaan resin komposit silorane dan resin komposit metakrilat yang direndam dalam saliva dengan pH yang berbeda yaitu 5,6 dan 6,8. Pada penelitian ini digunakan cetakan berbentuk silinder (diameter 5 mm dan tinggi 2 mm). Dua puluh cetakan diaplikasikan resin komposit silorane dan 20 cetakan diaplikasikan resin komposit metakrilat. Subyek penelitian kemudian dibagi dalam empat kelompok yang direndam selama 14 hari. Kelompok pertama, 10 resin silorane direndam saliva 5,6; kelompok kedua, 10 resin silorane direndam saliva 6,8; kelompok ketiga, 10 resin metakrilat direndam saliva 5,6; kelompok keempat, 10 resin metakrilat direndam saliva 6,8. Selanjutnya dilakukan thermocycling menggunakan waterbath dengan suhu 4 0C dan suhu 60 0C. Setiap subyek kemudian diukur kekasaran permukaannya (Ra) dengan surface roughness measuring instrument (Surfcom 120A) dan kemudian dilakukan analisis menggunakan ANAVA dua jalur dengan tingkat kepercayaan 95 % (α = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa resin komposit metakrilat yang direndam dalam saliva dengan pH 5,6 menghasilkan kekasaran permukaan terbesar (0.84 ± 0.15 mikron), sedangkan resin komposit silorane yang direndam dalam saliva dengan pH 6,8 memiliki kekasaran permukaan terkecil (0.22 ± 0.15 mikron). Pada analisis ANAVA dua jalur menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jenis resin komposit yang signifikan terhadap kekasaran permukaan (p < 0.05), dan juga tidak terdapat pengaruh pH saliva yang signifikan teerhadap kekasaran permukaan (p > 0,05). Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian adalah terdapat perbedaan kekasaran permukaan yanng terjadi antara silorane dan resin komposit metakrilat. Resin komposit metakrilat memiliki kekasaran permukaan yanng lebih besar daripada resin komposit silorane pada pH 5,6 maupun 6,8 dan tidak terdapat pengaruh pH saliva terhadap kekasaran permukaan.
Surface roughness of a restoration is affected by oral conditions, such as saliva.. Saliva pH of each individual can be categorized as acid, neutral and alkaline. The purpose of this study was to compare the surface roughness of methacrylate and silorane resin composite, which was soaked in saliva with different pH of 5.6 and 6.8. Twenty silorane resin composite and 20 methacrylate resin composite, which were applied within cylindrical mold ( diameter: 5 mm, height: 2 mm ) were divided into four groups of 10 each, then all the specimens were immersed in saliva for 14 days. The first group of 10 cylindrical silorane soaked in saliva with ph 5.6, the second group of 10 cylindrical silorane soaked in saliva with pH 6.8, the third group of 10 cylindrical methacrylate soaked in saliva with pH 5.6, the fourth groups of 10 cylindrical methacrylate soaked in saliva with pH 6.8. All specimens were then thermocycled using a water bath with temperature of 4 0C and 60 0C. Afterwards, surface roughness (Ra) of each specimen was measured using surface roughness measuring instrument (Surfcom 120A). Data was then analyzed using two way ANOVA with 95% confidence level (α=0,05). The results showed that methacrylate resin composite, which was soaked in saliva of pH 5.6 was the highest in surface roughness (0.84 ± 0.15 micron), while silorane resin composite, which was soaked in saliva of pH 6.8 was the lowest in surface roughness (0.22 ± 0.15 micron). Two way ANOVA analysis showed that the type of resin composite had a significant influence on the surface roughness (p< 0.05), whereas a pH of saliva had no significant influence on the surface roughness (p> 0,05). It can be concluded that the differences occurred on the surface roughness between silorane and methacrylate resin composite. Methacrylate resin composite had a greater surface roughness than silorane at either pH of 5.6 or 6.8. In addition, pH of saliva had no influence on the surface roughness.
Kata Kunci : Resin komposit metakrilat, Resin komposit silorane, pH saliva, kekasaran permukaan