Laporkan Masalah

EVALUASI KAPASITAS SALURAN KALI BELIK YOGYAKARTA

SHENTY ANINDYA PRAJA, Dr. H. Suyono, M.S

2013 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Perkotaan mengalami perkembangan infrastruktur yang sangat pesat dalam sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan manusia. Terjadinya peralihan fungsi lahan menjadi lahan terbangun menyebabkan masalah pada sumberdaya air. Terjadinya genangan air atau banjir sering dijumpai di perkotaan, disebabkan oleh saluran air yang tidak dapat menampung air. Kawasan Kota Yogyakarta yang sering terendam banjir salah satunya ialah wilayah – wilayah yang dilintasi oleh Kali Belik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan kapasitas saluran yang sudah ada, mengetahui debit puncak dengan berbagai intensitas hujan dan mengetahui intensitas hujan yang dapat ditampung sistem saluran drainase. Perhitungan limpasan maksimum menggunakan metode rasional, sedangkan perhitungna kapasitas saluran menggunakan metode Slope Area Manning. Penggunaan lahan yang didominasi oleh lahan terbangun seperti gedung dan pemukiman menyebabkan limpasan yang dihasilkan cukup besar untuk daerah pengaliran yang kecil. Melihat hal ini saluran Kali Belik di Lembah UGM, Klitren dan di Jalan Batikan memiliki potensi terjadinya banjir. Kapasitas maksimum saluran Kali Belik di Lembah UGM mampu menampung intensitas hujan sebesar 40 mm / jam. Kapasitas maksimum saluran Kali Belik di Klitren mampu menampung intensitas hujan sebesar 60 mm/jam. Kapasitas maksimum saluran Kali Belik di Jalan Batikan mampu menampung intensitas hujan sebesar 26 mm/jam. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa saluran Kali Belik di Lembah UGM dan di jalan Batikan tidak mampu menampung limpasan yang ada. Saluran Kali Belik di Klitren masih mampu menampung limpasan yang ada, ini dikarenakan sudah dilakukan peninggian saluran.

Many urban area such as Yogyakarta has been develop rapidly in term of facilities and infrastructure. A shift function of the landuse from vacant land to built land causing problems in water resources. The occurrence of flood are really common in urban areas, due to the over capacity of the drains. One of the Yogyakarta city areas which are frequently flooded are the ones crossed by the river Belik.One of the Yogyakarta city , which are frequently flooded, is the area along Belik River. The purpose of this research are to determine the existing channel capacity, to determine the peak discharge with different rainfall intensities and to determine the maximum rainfall intensity based on the existing capacity of the drainage system. Maximum of the runoff is calculated using the rational method, while the maximum channel capacity using the method of Slope Area Manning. Landuse are dominated by land up such as buliding and settlement causing the runoff is large within a small drainage area. The channel of River Belik in Valley of UGM, Klitren and Batikan Street has the potential flooding. The result shows that the maximum capacity of the channel in Belik river the Valley of UGM can accommodate rainfall intensity of 40 mm/hour, mean while in Klitran it can accommodate rainfall intensity of 60 mm/hour, while in Batikan Street only 26 mm/hour. Research concluded that the channel of Belik River in Valley of UGM and in Batikan Street are unable to accommodate the existing runoff. The channel of Belik River in Klitren is still able to accommodate the runoff, it is because the channel is elevated.

Kata Kunci : Saluran drainase, limpasan, kota, kapasitas saluran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.