Laporkan Masalah

MANAJEMEN PERENCANAAN PENGEMBANGAN BANJIR KANAL BARAT KOTA SEMARANG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA TIRTA

AMELIA DWI ASRIANA, Fahmi Prihantoro, S.S, S.H, M.A.

2013 | Tugas Akhir | D3 KEPARIWISATAAN

Pembangunan pada prinsipnya merupakan usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana yang dilakukan secara sadar untuk menuju modernisasi. Pada saat ini semakin dirasakan bahwa peranan sektor pariwisata dalam menunjang pembangunan nasional terus meningkat. Pariwisata Kota Semarang memiliki banyak potensi yang sudah berkembang maupun yang bisa di kembangkan. Kota Semarang sebagai ibukota propinsi Jawa Tengah merupakan sebuah kota yang setiap tahun mengalami perkembangan dan pembangunan yang begitu pesat. Akibat dari pesatnya pembangunan ini maka semakin banyak lahan yang tertutup jalan dan bangunan lainnya, sehingga air yang meresap ke dalam tanah berkurang. Banjir dan rob (air laut pasang) merupakan masalah yang sering melanda kota Semarang. Untuk itu dibuat alternatif yaitu Sungai Banjir Kanal Barat, Banjir Kanal Barat merupakan kelanjutan dari ruas kali Garang yang mengalir dari gunung Ungaran ke Utara pada pertemuan 2 cabang utama, yaitu sungai Kripik dan sungai Kreo, masing - masing kurang lebih 12 km dan 10 km dihitung dari hulu ke mulut sungai. Disini penulis meneliti tentang pengembangan Banjir Kanal Barat yang direncanakan akan dikembangkan menjadi daya tarik wisata tirta. Karena pada hakekatnya banjir kanal ini adalah sebuah sungai yang dibangun untuk menanggulangi banjir dan rob di ibukota provinsi Jawa Tengah itu.

Principally development is a growing and change effort which plan consciously towards modernization. At this time it was felt that the role of tourism sectors in supporting national development is continue to increase. Semarang tourism has a lot of potential that has developed and that can be developed. Semarang city as the capital of Cental Java province is a city that every year have been growth and developed so rapidly. The effect from of this rapid development then more land covered by path and other buildings, so that the water that seeped into the soil is reduced. The flood (tide) is a problem that often occurs Semarang city. Therefore created an alternative is West Flood Canal River is a continuation of the Kali Garang section that flowing from Ungaran mountain to the north at the confluence of two major branches, is Kripik river and Kreo river, each approximately 12 km and 10 km counted from the headwaters to the mouth of the river. Here the writer researching on development of the West Flood Canal which planned to developed as water tourist attraction. Because this substantially a flood canal is a river that was built to cope the flood in the capital of Central Java province.

Kata Kunci : analisis SWOT, analisis potensi, konsep perencanaan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.