KUALITAS TIDUR PADA WANITA MENOPAUSE DI PEDUKUHAN TEGALLAYANG KELURAHAN CATURHARJO PANDAK BANTUL
DWI PUTRI ELMIYANA, Wiwin Lismidiati, S,Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat.
2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Menopause merupakan perjalanan normal setiap wanita. Bertambahnya usia wanita menyebabkan fungsi organ tubuh menunjukkan perubahan signifikan. Wanita akan mengalami kekacauan pola menstruasi, terjadi perubahan psikologis dan fisiologi pada fase menopause. Perubahan tersebut menyebabkan munculnya gejala fisik dan psikologis yang mempengaruhi kualitas tidur wanita menopause. Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas tidur wanita pada tahap reproduksi akhir, transisi menopause dan postmenopause awal, untuk mengetahui gambaran gejala menopause dan untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur dengan gejala menopause. Metode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Mei 2013 dengan subyek penelitian 85 wanita menopause di Pedukuhan Tegallayang Caturharjo Pandak Bantul yang dipilih dengan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Menopause Rating Scale (MRS). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil : Tidak terdapat perbedaan kualitas tidur wanita pada tahap reproduksi akhir, transisi menopause dan postmenopause awal (p=0,083). Sebagian besar responden mengalami gejala menopause terutama pada domain psikologi (61,3%) dan domain somatik (66%). Perbedaan kualitas tidur dengan gejala menopause secara signifikan terdapat pada domain somatik (p=0,000), psikologi (p=0,007) dan total gejala menopause (p=0,001). Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan kualitas tidur berdasarkan tahapan menopause di Pedukuhan Tegallayang. Gejala menopause yang banyak dirasakan yaitu pada domain psikologi dan somatik. Perbedaan kualitas tidur dengan gejala menopause terdapat pada domain somatik, psikologi dan total gejala menopause.
Background : Menopause is a normal way for every woman. Women age cause organ function showed a significant change. Women will experience disorder menstrual patterns, physical and physiological changes in the phase of menopause. Such changes lead to physical and psychological symptoms that can affect sleep quality in menopausal women. Objective : To determine differences in sleep quality in late reproductive, menopausal transition and early postmenopause, to determine menopausal symptoms and to determine differences sleep quality with menopausal symptom. Method : Quantitative research with cross sectional design. The experiment was conducted in March-May 2013, with research subjects 85 menopausal women in Tegallayang Caturharjo Pandak Bantul selected with a total sampling methods. Data were colected using an instrument Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and Menopause Rating Scale (MRS). Statistical analysis using the Kruskal-Wallis test. Result : There were no differences in sleep quality in late reproductive, menopausal transition and early postmenopause (p=0,083). Most of the menopausal women experienced menopausal symptoms in psychology (61,3%) and somatic domain (66%). Significant differences sleep quality with menopausal symptom at somatic domain (p=0,000), psychology domain (p=0,007) and total menopausal symptom (p=0,001). Conclusion : There were no differences sleep quality and stages of menopausal at Tegallayang. The menopausal symptoms that many felt in the domain of psychology and somatic. Differences sleep quality with menopausal symptom in the somatic domain, psychology domain and total menopausal symptom.
Kata Kunci : kualitas tidur, wanita menopause, gejala menopause