PENGARUH MADU Apis mellifera TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT PERIODONTAL ( Kajian in vitro pada Aggregatibacter actinomycetemcomitans )
ASTARI DWI JAYANTI, drg. Suryono, S.H., Ph.D,
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIPenyakit periodontal merupakan suatu penyakit pada jaringan periodontal yang dapat disebabkan oleh bakteri pada plak subgingiva. Aggregatibacter actinomycetemcomitans merupakan bakteri gram negatif fakultatif anaerob penyebab penyakit periodontal. Madu Apis mellifera adalah bahan yang bersifat sebagai antibakteri berasal dari lebah madu Apis mellifera yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu Apis mellifera terhadap pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Daya antibakteri diuji dengan memasukkan 50 µl madu Apis mellifera pada konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50%, akuades steril sebagai kontrol negatif, dan klorheksidin 0,2% sebagai kontrol positif ke dalam lubang sumuran pada media MHA yang telah ditanam Aggregatibacter actinomycetemcomitans sebanyak 5 piring petri (n=5). Media tersebut selanjutnya diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oC. Zona hambat yang terbentuk diukur dengan menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan rerata dan standar deviasi diameter zona hambat madu Apis mellifera dengan konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% adalah sebesar 2,51 ± 0,439, 3,98 ± 0,599, 5,25 ± 0,220, dan 6,55 ± 0,990. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa madu Apis mellifera konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% berpengaruh menghambat pertumbuhan Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar konsentrasi. Kesimpulan penelitian ini adalah madu Apis mellifera konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% berpengaruh menghambat pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans.
The antibacterial power is tested by infusing 50 µl Apis mellifera honey at 20%, 30%, 40%, and 50% concentration, Periodontal disease is a disease of periodontal tissue which caused by subgingival plaque bacteria. Aggregatibacter actinomycetemcomitans is a facultative anaerobic gram-negative bacteria that leads to periodontal disease. Apis mellifera honey, derived from Apis mellifera honey bee, is an antibacterial agent which is most commonly found in Indonesia. The aim of this study is to determine the effect of Apis mellifera honey on the growth of Aggregatibacter actinomycetemcomitans bacteria. sterile distilled water as negative control, and 0,2% chlorhexidine as positive control into the well hole of 5 petri dishes (n=5) MHA media planted with Aggregatibacter actinomycetemcomitans. The MHA media were then incubated for 24 hours at 37oC temperature. The inhibition zones formed were measured using caliper. The mean and standard deviation results of the inhibition zones diameter of Apis mellifera honey at 20%, 30%, 40%, and 50% concentration are 2.51 ± 0.439, 3.98 ± 0.599, 5.25 ± 0.220, and 6.55 ± 0.990. Kruskal-Wallis test showed that Apis mellifera honey at 20%, 30%, 40%, and 50% concentration could inhibit the Aggregatibacter actinomycetemcomitans growth. Mann-Whitney test showed there were significant differences among the concentrations. The conclusion of this study is Apis mellifera honey at 20%, 30%, 40%, and 50% concentration are able to inhibit the growth of Aggregatibacter actinomycetemcomitans bacteria.
Kata Kunci : penyakit periodontal, Aggregatibacter actinomycetemcomitans, antibakteri, madu Apis mellifera.