HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN STATUS KARIES GIGI PADA REMAJA PEREMPUAN (Kajian pada Siswi di SMA Negeri 11 Yogyakarta)
MELIANA GANDA WIJAYA, drg. Yuni Pamardiningsih, M. Kes.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIStatus karies gigi adalah salah satu indikator status kesehatan gigi yang biasanya digunakan untuk mengukur karies gigi. Status gizi adalah keadaan kesehatan tubuh seseorang yang diakibatkan oleh konsumsi, penyerapan, dan penggunaan zat gizi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan status karies pada remaja perempuan (kajian pada siswi di SMAN 11 Yogyakarta). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 132 remaja perempuan (32 subjek usia 15 tahun, 64 subjek usia 16 tahun, dan 36 subjek usia 17 tahun) yang memenuhi kriteria inklusi yang diambil dengan cara purposive sampling dan quota sampling. Status gizi diukur dengan metode pengukuran antropometri, yaitu Indeks Massa Tubuh (IMT, kg/m2). Status karies gigi diukur dengan DMFT. DMFT adalah indeks yang digunakan untuk menunjukkan jumlah gigi yang terkena karies (D), jumlah gigi yang telah dicabut (M), dan jumlah gigi yang telah ditambal (F). Data dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linier Sederhana dan Analisis Regresi Linier Berganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata IMT siswi usia 15-17 tahun di SMAN 11 Yogyakarta menurut Veterans Health Administration (2006) termasuk dalam klasifikasi normal dan rata-rata DMFT siswi usia 15-17 tahun di SMAN 11 Yogyakarta menurut WHO (2000) termasuk dalam klasifikasi sedang. Hasil analisis data penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan status karies (t= -1,261; p=0,210) Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara status gizi dan status karies gigi pada remaja perempuan di SMAN 11 Yogyakarta.
Caries Status is one of many tooth health indicators that commonly used for measuring tooth caries. Nutritional status is a condition of human’s health which is caused by consumption, absorption, and usage of food nutrition. The purpose of this research is to understand the relationship between nutritional and caries status of female teenagers in SMAN 11 Yogyakarta This study used the cross-sectional approach. The subject of this research are 132 female teenagers (32 subject of 15 years old, 64 subjects of 16 years old, and 36 subjects of 17 years old) that have inclusion criteria which is taken by purposive sampling and quota sampling. Nutritional status is measured by anthropometric measurement (Body Mass Index, kg/m2). Caries Status is measured by DMFT. DMFT is an index that used to indicate the amount of decay (D), the amount of Missing teeth (M), the amount of Filled teeth (F). The data is analysed by Simple Linier Regresion and Multiple Linier Regression with 95% significant level. The results of this study shows that the BMI average of female teenagers age 15-17 years old in SMAN 11 Yogyakarta are normal based on Veterans Health Administration (2006) and the DMFT average of female teenangers age 15-17 years old in SMAN 11 Yogyakarta have a moderate classification based on WHO (2000). The result of multiple linier regression shows there is no significant correlation between nutritional status and caries status (t=-1,261; p=0,021). The conclusion, there is no relationship between nutritional status and dental status of female teenagers in SMAN 11 Yogyakarta.
Kata Kunci : status gizi, status karies, remaja perempuan