UJI SITOTOKSISITAS E-GLASS FIBER REINFORCED COMPOSITE PADA SEL FIBROBLAS (METODE MTT)
BONIFASIUS PRIMARIO, Prof. Dr. drg. Widowati Siswomihardjo, MS.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIKomposit yang diperkuat serat (FRC) adalah bahan yang sedang dikembangkan dalam dunia kedokteran gigi saat ini. Penambahan serat digunakan untuk memperkuat matriks yang mengelilingi serat tersebut. E-glass fiber adalah salah satu jenis serat yang sering digunakan karena memiliki kekuatan yang baik. Bahan yang digunakan dalam bidang kesehatan harus memiliki biokompatibilitas yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sitotoksisitas e-glass FRC terhadap sel fibroblas. Bahan yang digunakan adalah E-glass fiber (R338-2400/V/P, Stick Tech Ltd., Turku, Finland) dan resin komposit Masterflow® (Biodinamica, Brazil). Terdapat dua kelompok penelitian. Kelompok pertama adalah resin komposit dan kelompok kedua adalah e-glass FRC. Masing-masing bahan dimasukan ke dalam cetakan (2x2x25mm) dan disinari dengan visible light cure selama 20 detik, lalu dibuat menjadi serbuk. Vero cell line (LPPT, UGM) ditumbuhkan dan dimasukkan ke dalam sumuran dengan kepadatan 2x104 sel/100μL, lalu diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oC. Hasil serbuk sampel resin komposit dan e-glass FRC yang telah dilarutkan dalam medium kultur sel lalu dimasukkan ke dalam sumuran sel dan diinkubasi. Setelah itu larutan MTT ditambahkan, lalu empat jam kemudian ditambah dengan SDS-HCL. Optical density ditentukan dengan penghitungan jumlah formazan yang terbentuk menggunakan ELISA plate reader dengan panjang gelombang 550 nm. Sitotoksisitas diukur menggunakan viabilitas sel yang didapatkan dengan cara membagi optical density perlakuan dan kontrol. Data diuji secara statistik menggunakan uji-t. Rata-rata viabilitas sel fibroblas yang terpapar resin komposit adalah 85,65 + 0,70% dan yang terpapar e-glass FRC adalah 94,83 + 6,24%. Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan antara kedua kelompok perlakuan (Ï<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah e-glass fiber reinforced composite merupakan bahan yang tidak sitotoksik terhadap sel fibroblas.
Fiber reinforced composite has recently developed in dentistry. Addition of fiber increasing the mechanical strenght of FRC. E-glass fiber is one of fibers that commonly used because of its good strenght. Material used in medical field must accomplish the criteria of biocompatibility. The aim of this study was to evaluate the cytotoxicity of e-glass FRC on fibroblast. The materials used were E-glass fiber (R338-2400/V/P, Stick Tech Ltd., Turku, Finland) and composite resin Masterflow® (Biodinamica, Brazil). There were two groups. Group one was composite resin and group two was e-glass FRC. Each material was inserted into the mold (size 2x2x25mm), then cured by visible light cure in 20 seconds, then powdered. Vero cell line (LPPT, UGM) was cultured and inserted into well with density 2x104 sel/100μL, then incubated in 24 hours at 37oC (n=4). Composite resin and e-glass fiber powder that have been dissolved in culture medium then inserted into the cells and incubated. After incubation, MTT solution was added, and four hours later SDS-HCl was added. Optical density values obtained from the amount of formazan formed from ELISA plate reader with a wavelenght of 550 nm. Cytotoxicity was obtained based on cells viability relative to control group. Data was statistically analyzed by t-test. Fibroblast exposed with composite resin showed average viability at 85.65 + 0.70% and e-glass fiber was 94.83 + 6.24%. The result of t-test showed that there was significant difference between two groups (Ï<0.05). Conclusion of this experiments was e-glass FRC was not cytotoxic to fibroblast.
Kata Kunci : FRC, e-glass fiber, Biokompatibilitas, Sel fibroblas, Uji MTT