JUMLAH KOLONI Streptococcus mutans PADA PLAK GIGI setelahBERKUMUR REBUSAN DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn.)
DEWI SARTIKA, Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIStreptococcus mutans merupakan bakteri yang memiliki peran penting dalam pembentukan karies. Bakteri ini menghasilkan enzim-enzim yang dapat mengubah sukrosa menjadi glukan dan menghasilkan asam laktat sebagai hasil akhir metabolismenya. Daun sirih hijau mengandung fenol, kavikol, tanin dan katekin. Hasil peneitian sebelumnya menunjukkan bahwa kandungan tersebut memiliki efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek berkumur rebusan daun sirih (Piper betle Linn.) terhadap jumlah koloni S. mutans dalam plak gigi. Dua puluh subjek berusia 19-23 tahun secara suka rela berpartisipasi dalam penelitian ini. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang berkumur dengan akuades dan kelompok perlakuan yang berkumur rebusan sirih hijau 10%. Dilakukan scaling dan polishing pada seluruh subjek sebelum dimulainya penelitian. Subjek diinstruksikan berkumur dua kali sehari selama 30 detik sebanyak 10 ml sesuai bahan kumur yang diberikan. Sebelum perlakuan dan 5 hari setelah perlakuan, 1 mg plak gigi diambil dari permukaan gigi molar maksila. Plak gigi dikultur pada media TYS20B yang spesifik untuk S. mutans dan diinkubasi selama 2 hari. Koloni S. mutans berwarna putih seperti beludru atau seperti frosted-glass pada media TYS20B. Koloni yang tumbuh kemudian dihitung. Data diolah menggunakan uji t tidak berpasangan. Uji t tidak berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan dari 2 kelompok (p<0,05) yang mengindikasikan berkumur rebusan daun sirih hijau dapat menurunkan resiko terkena karies. Kesimpulan penelitian, berkumur rebusan daun sirih hijau dapat menurunkan jumlah koloni S. mutans dalam plak gigi.
Streptococcus mutans has been identified as the most important bacteria associated with carious lesions. It produces enzymes that convert sucrose into glucan and it also releases lactic acid as a metabolic end result. The leaves of Piper betel Linn contain phenol, cavichol, tannins, and catechins. Previous studies showed that they have antibacterial effect toward Staphylococcus aureus. The aim of this study was to determine the effect of gargling using green betel leaf decoction towards the number of S. mutans colonies in dental plaque. Twenty subjects aged 19 to 23 years was volunteered to join this study. Subjects were divided into control and treatment groups. Control group gargled with distilled water and treatment group gargled with green betel leaf decoction concentration 10%. All subject were undergone scaling and polishing procedure prior the treatment. Subjects were instructed to gargle using 10 ml either distilled water or green betel leaf decoction twice a day for 30 seconds. One mg dental plaques were collected from the surface of maxillary molar before and 5 days after the treatment. The plaque were cultured on TYS20B, a specific media for S.mutans and incubated for 2 days. Streptococcus mutans colonies were identified as white velvety or frosted-glass appearance which grow on the TYS20B. The colonies grown were then counted. The data were analyzed using unpaired student's test. Student's test result showed significantly different between the groups (p<0.05) indicating that gargling using green betel leaf decoction can reduce the risk of caries. In conclusion, gargling using green betel leaf decoction can reduce the number of S.mutans colonies in dental plaque.
Kata Kunci : Streptococcus mutans, rebusan daun sirih hijau, plak gigi