ANALISIS MATEMATIS PENGARUH TINGGI KOLOM DAN DEBIT UDARA PENGERING TERHADAP KINERJA MESIN PENGERING TIPE FLASH UNTUK PENGERINGAN OKARA
AFNITA NUR AMALINA, Dr. Joko Nugroho W.K, STP.M.Eng.
2013 | Skripsi | TEKNIK PERTANIANOkara merupakan produk sampingan dari proses produksi susu kedelai dan tahu yang telah dipisahkan dari proses utama pada langkah filtrasi. Okara adalah bahan basah yang masih memiliki kandungan gizi dengan kadar air tinggi sekitar 80-90 % sehingga tidak tahan lama untuk disimpan. Untuk memperpanjang umur simpan maka diubah dalam bentuk okara kering sehingga lebih awet dan dapat meningkatkan nilai ekonomis dengan cara dikeringkan. Pada penelitian ini proses pengeringan dilakukan dengan pneumatic flash dryer yaitu dengan memanfaatkan hembusan udara panas berkecepatan tinggi sebagai media pengering. Alat tersebut memiliki blower untuk menghisap udara lingkungan dan dihembuskan ke dalam, memiliki heater untuk memanaskan udara sehingga udara dijadikan sebagai media pengeringan, serta memiliki cyclone untuk memisahkan antara udara pengering dan okara kering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerakteristik pengeringan okara menggunakan pneumatic flash dryer serta mengetahui pengaruh debit udara dan tinggi kolom terhadap perubahan kadar air. Bahan yang dikeringkan adalah okara yg memiliki kadar air awal adalah 70-80%. Pengeringan dilakukan dengan 3 variasi laju aliran udara dan 3 variasi tinggi kolom pengering. Variasi laju aliran udara yang digunakan yaitu 0.095m3/s, 0.123 m3/s, dan 0.141 m3/s. Sedangkan variasi tinggi kolom pengering yang digunakan yaitu 70 cm, 140 cm, dan 210 cm. Pengeringan dilakukan dengan beberapa siklus dengan waktu yang berbeda sampai okara menjadi kering. Pengukuran kadar air dilakukan sebelum bahan dikeringkan serta pada akhir tiap siklus pengeringan. Hal tersebut dilakukan agar penurunan kadar air yang terjadi selama proses pengeringan dapat diketahui. Pengukuran suhu udara di dalam kolom pengering, suhu lingkungan dan kelembaban relatif lingkungan dilakukan tiap menit. Untuk mengetahui pengaruh laju aliran udara dan tinggi kolom pengering selama proses pengeringan dilakukan analisis statistik dengan softwareSPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar debit udara, penurunan kadar airnya semakin kecil. Pengeringan dengan tinggi kolom 70 cm menghasilkan penurunan kadar air yang lebih cepat karena memerlukan waktu yang singkat untuk sampai ke siklon. Semakin tinggi debit udara yang digunakan, efisiensi pengeringan dan pemanasan semakin rendah. Okara kering yang dihasilkan memiliki ukuran diameter partikel rata-rata adalah antara 0.508 mm sampai dengan 0.832 mm.
Okara or soy residue is a byproduct of soymilk and tofu production process and is separated from the main process at the filtration step. Okara is a wet material that is still contains nutrients with high moisture content around 80- 90% so it is not durable for storage. To extend the shelf life it must be converted to dry okara that is more durable and can increase the economic value such as okara flour. In this study, the drying process will be done by a pneumatic flash dryer by utilizing high speed blast of hot air as the medium of drying. This dryer has a blower to take the air and blow it into the dryer, has a heater to heat the air so the air is used as medium of drying, and has a cyclone to separate between the drying air and dry okara. This study aims to analyze the process of okara drying by pneumatic flash dryer and knowing the effect of air flow rate and the effect of column height to changes in water content. Material to be dried is okara that has an initial moisture content which is around 70-80%. Before drying process, okara is squeezed first to reduce the water content of okara. The drying will be done with 3 variations of the air flow rate and 3 variations of drying column height. Variations of air flow rate that used is 0.095m3/s, 0123 m3/s, and 0.141 m3/s. variations of drying column height that used is 70 cm, 140 cm, and 210 cm. Okara was dried by several cycles with different drying time to become dry okara. Moisture content measurements performed before the material is dried and at the end of each drying cycle. This is done in order to decrease the moisture content that occurs during the drying process can be known. Measurements of air temperature inside the drying column, temperature and relative humidity of the environment is done by the minute. To determine the effect of air flow rate and drying column height during the drying process performed by the method of SPSS statistical analysis. The results show that the greater air flow rate, the decrease of water content is less. The drying that use 70 cm drying column height produce the decrease of water content faster because it takes a short time to get to the cyclone. The higher air flow rate that is used, the efficiency of drying and heating are less. The product of dried okara has a size of average particle diameter is between 0.508 mm to 0.832 mm.
Kata Kunci : Pneumatic (flash) dryer, okara, debit udara, tinggi kolom pengering