Laporkan Masalah

UJI KINERJA PENGERING KERUPUK RAMBAK SECARA HIBRID DENGAN ENERGI SURYA DAN BIOMASSA KAYU BAKAR

VITA FITRIANI, Dr. Ir. Bandul Suratmo

2013 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja dari pengeringan kerupuk rambak secara hibrid dengan memanfaatkan panas dari tungku pengukusan dan penggorengan yang masih sangat besar dan potensial untuk dimanfaatkan dan panas matahari yang tetap dimanfaatkan dengan menerapkan prinsip efek rumah kaca. Parameter yang dijadikan dasar pengujian ini adalah laju pengeringan, pindah panas yang terjadi, dan efisiensi pengeringan. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan pengeringan secara konvensional Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengeringan kerupuk di dalam ruang pengering dengan kapasitas pengeringan sebesar 103-110 kg bahan mentah. Jumlah sampel ada sembilan, dimana masing-masing sampel ±150 gram dan peletakannya terbagi menjadi tiga sampel di rak bawah, tiga sampel di rak tengah, dan tiga sampel di rak atas serta tiga sampel dijemur di luar ruang pengering. Pengeringan ini dilakukan dari kadar air awal kerupuk yaitu ±63-64% sampai kadar air untuk standar goreng 12-14%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan sampel yang dikeringkan, tiga sampel yang diletakkan di rak atas lebih cepat kering daripada sampel-sampel yang ada di bawahnya. Hal ini terlihat dari nilai konstanta laju pengeringan ( k ) yang diperoleh. Kemudian bila dibandingkan dengan pengeringan konvensional, maka pengeringan dengan ruang pengering menjadi lebih stabil yaitu selama 32 jam dan tetap dapat melakukan proses pengeringan saat malam hari dan saat musim hujan. Sedangkan pengeringan konvensional biasanya 3-5 hari dan terkendala saat musim hujan. Namun, efisiensi pengeringan berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan panas masih cukup rendah yaitu sebesar 13-14% disaat musim hujan.

The objective of this research was to evaluate the performance of the hybrid dryer with utilizing the heat from the steaming and frying stove are still big and potential to be used and the heat of the sun by applying the principle of the greenhouse effect. The basic parameters of this test is the drying characteristics such as the rate of drying, heat transfer, and drying efficiency based on necessary and availability of heat. These results are then compared with conventional drying. This Research methode was drying samples in the room dryer with a drying capacity used was 103-110 kg of raw material by using 9 samples where each sample ± 150 grams and is divided into 3 sample placement on the bottom shelf, 3 samples on middle shelf, and 3 samples on the top shelf and 3 samples were dried outside of the room drying. Drying is carried out from the initial moisture content of material is ± 63-64% to 12-14% for the standard fries. The Results of the research show that of 9 samples were dried, 3 samples were placed on the top shelf can dry faster than other samples were placed on middle and bottom shelf. This is proved from the value of the drying rate coefficient (k) and the convection heat transfer coefficient (h) which obtained. Then when compared with conventional drying, so the drying with a room dryer is more stable for 32 hours and still be able to perform the drying process at night and during the rainy season. Whereas conventional drying is usually 3-5 days and constrained during the rainy season. However, the dryer efficiency based on necessary and availability of heat is still quite low, that is 13-14% when the season is rainy.

Kata Kunci : kerupuk, pengeringan hibrid, efek rumah kaca, kadar air, pengeringan konvensional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.