ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PADA PENGERINGAN GULA SEMUT MENGGUNAKAN CABINET DRYER
ERLINDA TIARASARI, Hanim Zuhrotul Amanah STP, M.P.
2013 | Skripsi | TEKNIK PERTANIANPengeringan merupakan proses pengurangan kadar air dalam bahan sehingga bahan memiliki umur simpan yang lebih lama. Pengeringan gula semut masih banyak dilakukan menggunakan sinar matahari, meskipun terdapat mesin pengering. Namun penggunaan mesin pengering masih terbatas karena masyarakat memandang penggunaan mesin pengering yang kurang efisien akibat naiknya biaya operasional. Oleh karena itu dilakukan analisis teknis dan analisis ekonomis pada pengeringan gula semut menggunakan cabinet dryer. Proses pengeringan gula semut dilakukan dengan 3 variasi suhu yaitu 60oC, 70oC, 80oC dan 3 variasi kapasitas yaitu 5kg, 10kg, dan 15kg. Data yang diambil meliputi perubahan suhu, kadar air, kebutuhan bahan bakar dan listrik yang digunakan selama proses pengeringan. Analisis teknis meliputi konstanta laju pengeringan dan efisiensi pengeringan. Sedangkan analisis ekonomis meliputi break event point, R/C rasio, payback period, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstanta laju pengeringan gula semut menggunakan cabinet dryer menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan pengeringan gula semut menggunakan sinar matahari. Efisiensi pengeringan tertinggi yaitu kapasitas pengeringan 15 kg pada suhu pengeringan 80oC yaitu 8,4921% diikuti variasi kapasitas pengeringan 10 kg pada suhu pengeringan 80oC yaitu 5,7170%. Meskipun variasi kapasitas pengeringan 15 kg pada suhu pengeringan 80oC memiliki nilai BEP lebih lama (130 hari/tahun > 124 hari/tahun), R/C Rasio lebih besar (1,0268 > 1,0264), dan periode pengembalian lebih lama (1,6 tahun > 1,5 tahun) dibandingkan dengan kapasitas 10 kg pada suhu pengeringan 80oC, namun kapasitas 15 kg pada suhu pengeringan 80oC layak dipilih karena memiliki efisiensi pengeringan yang lebih tinggi. Pengeringan gula semut pada kapasitas 15 kg suhu 80oC sensitif pada kenaikan suku bunga lebih dari 55,97% dan sensitif terhadap penurunan kapasitas bahan baku apabila melebihi 2,75%.
Drying is the process of reducing moisture content in material so the material has a longer shelf life. Drying of brown sugar are still mostly done using the sun, despite the dryer. However, using of the dryer is still limited because the public perceives that the dryer uses less efficient due to higher operating expenses. Therefore technical and economical analysis of the brown sugar dried with cabinet dryer. Drying process of brown sugar done with 3 variations of temperature are 60oC, 70oC,80oC and 3 variations of capacity are 5kg, 10kg, and 15kg. Data taken include changes in temperature, moisture content, fuel and electricity that used during the drying process. Technical analysis includes the drying constant rate and drying efficiency. While the economical analysis includes break-even point, R / C ratio, payback period, and sensitivity analysis. The results showed that the constant rate of drying of brown sugar with cabinet dryer has a larger value than the drying of brown sugar with sun drying. The highest drying efficiency is drying capacity 15 kg at drying temperature 80oC that was 8,4921% afterwards the variation drying capacity 10 kg at drying temperature 80oC that was 5,7170%. Although the variation of drying capacity 15 kg at drying temperature 80oC has longer BEP (130hari/tahun > 124 hari/tahun), higher R/C Rasio (1,0268 > 1,0264), and longer payback period (1,6 tahun > 1,5 tahun) that compared with capacity 10 kg at drying temperature 80oC, however the variation capacity 15 kg at drying temperature 80oC was more opportune because it has higher drying efficiency compared with capacity 10 kg at drying temperature 80oC. Drying of brown sugar capacity 15 kg at drying temperature 80oC sensitive at higher interest rates more than 55,97%, and sensitive to the decrease in raw material capacity if more than 2,75%.
Kata Kunci : Gula semut, pengeringan, analisis teknis dan ekonomis, cabinet dryer