Laporkan Masalah

ANALISIS PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA SECARA SIMULTAN PADA PENGERINGAN GULA SEMUT MENGGUNAKAN CABINET DRYER

RIZAYU WULANDARI, Hanim Zuhrotul Amanah STP, M.P.

2013 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Selama berlangsungnya proses pengeringan terjadi perpindahan panas dan massa secara simultan, sehingga untuk mengetahui besar koefisien perpindahan panas dan massa perlu dilakukan analisa perpindahan panas konveksi dan laju penurunan kadar air secara bersamaan. Dalam penelitian ini menggunakan bahan dasar kristal dari nira kelapa atau gula semut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses perpindahan panas dan massa pada pengeringan gula semut dengan cabinet Dryer secara simultan dengan menggunakan metode Runge Kutta. Proses Pengeringan bahan dilakukan dengan 3 variasi suhu sebesar 60oC,70oC, 80oC dan 3 variasi kapasitas sebesar 5kg, 10kg, dan 15kg. Data yang diambil meliputi perubahan suhu dan kadar air selama proses pengeringan. Proses pengeringan gula semut dianalisis secara simultan menggunakan metode Runge Kutta hingga diperoleh suatu model. Model tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis besarnya nilai h dan k. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada setiap proses pengeringan, nilai h dan k di rak 1 lebih tinggi daripada rak lainnya. Sedangkan nilai h dan k di rak 8 paling rendah dibandingkan yang lainnya. Selain itu dari hasil analisis terlihat variasi suhu dan kapasitas secara signifikan memberikan pengaruh terhadap nilai h (koefisien perpindahan panas konfeksi) dan k (konstanta laju penurunan kadar air). Semakin besar suhu pengeringan maka nilai h dan k cenderung semakin besar. Namun kapasitas yg besar mengakibatkan nilai h dan k semakin kecil. Nilai h yang didapat berkisar 12,89 J/m3oCs – 903,99 J/m3oCs. Dan nilai k yang didapat berkisar 0.32 J/m3oCs – 1.36 J/m3oCs.

During the drying process, there was a movement occurred of the heat and mass simultaneously, and so to know the heat transfer and mass coefficient it is necessary to analyze the convection of heat transfer and the rate of decline water levels at the same time. The basic ingredients of this research was coconut sap crystal or palm sugar. The purpose of this research was to analyze the process of heat and mass transfer simultaneously with Dryer cabinet by using the Runge Kutta method. The Drying material process was made with 3 variations of temperatures of 60oC,70oC, 80oC and 3 variations of the capacity of 5kg, 10kg, and 15kg. The data that was taken was include the changes in temperature and moisture content during the drying process. The Drying process of palm sugar was analyzed simultaneously by using the Runge Kutta method to obtain a model. The results showed that the variations in temperature and capacity was significantly impact the value of h (convection heat transfer coefficient) and k ( the constant of drying rate). The greater of drying temperature, then the h and the k values was increase too. The greater capacity was made the value of h and k got smaller. The h values was obtained ranged in 12,89 H/m3oCs – 903,99H/m3oCs. And the k values was obtained ranged in 0.3169 J/m3oCs – 1.3636J/m3oCs.

Kata Kunci : Gula semut, laju pengeringan, perpindahan panas, Runge Kutta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.