Laporkan Masalah

LALU LINTAS HEWAN ATAU TERNAK DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN KONSEKUENSINYA TUGAS AKHIR

SARAH MILANDI PUTRI KINANTI, drh. Heru Susetya, MP., Ph.D.

2013 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN

Lalu-lintas diartikan pergerakan (movement) atau perpindahan (mutasi) suatu barang dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dengan alat angkut tertentu melalui tempat-tempat pengeluaran atau pemasukan.Dalam hal perdagangan ternak dan lalu lintas hewan ini mencakup beberapa kegiatan yang antara lain adalah : (a) perdagangan ternak potong; (b) perdagangan ternak bibit; (c) perdagangan hasil ternak (daging); (d) lalu lintas hewan; (e) penyediaan obat untuk hewan; (f) pasar hewan di Indonesia menurut propinsi; (g) rumah potong hewan. Saat ini D.I. Yogyakarta baru memiliki lima PLLT(Pos Lalu Lintas Ternak)yang tiga diantaranya terletak di Kulonprogo, yaitu PLLT Temon I, PLLT Temon II, dan PLLT Kalibawang serta dua di Sleman, yaitu PLLT Tempel dan PLLT Ngemplak. Sedangkan daerah yang berbatasan langsung dengan Klaten di Jalan Yogya-Solo serta daerah Gunungkidul dengan Wonogiri masih belum memiliki PLLT. Sebenarnya lima PLLT yang ada masih belum cukup untuk memantau lalu lintas ternak. Lalu lintas ternak/hewan yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta cukup baik, lokasi-lokasi pos lalu lintas ternak yang tersedia juga sudah strategis, pos-pos lalu lintas ternak tersebut terletak di dua kabupaten yaitu Kapubaten Sleman (PLLT Tempel dan PLLT Ngemplak) dan Kabupaten Kulonprogo (PLLT Temon I, PLLT Temon II, dan PLLT Kalibawang). Perdagangan ternak di kota ini juga baik, banyak ternak-ternak atau hewan-hewan yang berasal dari D.I Yogyakarta ini diminati oleh daerah-daerah di luar Yogyakarta. Agar lalu lintas ternak atau hewan menjadi lebih lancar dan mudah untuk dikendalikan sebaiknya pos-pos lalu lintas ternaknya ditambah seperti di daerah Gunung Kidul dan Bantul.

Traffic means movement or mutation of goods from one location to other location with certain transportation through exiting or entering places. In cattle trade and animal traffic include some activities such as (a) meat cattle trade; (b) small cattle trade (c) mead trading, (d) animal traffic, (e) drug supply for animal, (f) animal market in Indonesia according to province, and (g) slaughter house. DI Yogyakarta has only five PLLT (Pos Lalu Lintas Ternak): three in Kulonprogo (PLLT Temon I, PLLT Temon II, and PLLT Kalibawang and two other in Sleman (PLLT Tempel and PLLT Ngemplak). Meanwhile, area borders directly to Klaten in Jogja-Solo road and in Gunung Kidul-Wonogiri border there is not PLLT. The five posts are not sufficient to observe animal traffic. Animal traffic in Yogyakarta Special Territory is good. In addition, the posts are put strategically in Sleman and Kulon Progo. Cattle trade in this province is good. Many cattle from this area is shipped to other area. In order, cattle or animal traffic is smoother and easier to control, cattle traffic posts should be added such as in Gunung Kidul and Bantul.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.