POTENSI BISNIS GULA SEMUT MAPAN DI KABUPATEN PANGANDARAN: SWOT ANALISIS
SAEPUL HIDAYAT, Supriyono, S.S., M.A.,
2014 | Tugas Akhir | D3 BAHASA INGGRISGula Semut merupakan gula merah yang digiling lagi menjadi berukuran kecil dengan proses yang lebih lama namun lebih higienis. Gula Semut atau gula merah dapat mengurangi efek konsumsi gula dan lebih menyehatkan dibandingkan gula yang lain. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan Gula Semut serta proses pendistribusiannya yang diproduksi oleh Mapan yang berlokasi di kabupaten Pangandaran. Tujuan berikutnya adalah membahas masalah internal dan eksternal Gula Semut dengan menggunakan analisis SWOT. Metode pengumpulan data utamanya adalah wawancara dan observasi lapangan, didukung dengan tinjauan pustaka dan penggunaan internet. Mapan memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihan Mapan yaitu memproduksi Gula Semut secara tradisional. Hal itu membuat produk terbebas dari unsur kimia. Kelemahan proses ini membutuhkan waktu yang lama. Hal itu membuat konsumen harus menunggu Gula Semut datang ke mereka padahal mereka membutuhkan Gula Semut untuk proses produk mereka secepatnya. Peluang Mapan yaitu Mapan merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi Gula Semut di Pangandaran. Sehingga Mapan dapat mendistribusikan Gula Semut tanpa pesaing. Kelemahan Mapan yaitu akan adanya pesaing yang menjual produk yang sama beberapa tahun yang akan datang. Meskipun begitu Mapan memiliki potensi bisnis Gula Semut karena semakin banyaknya konsumen yang memesan Gula Semut tidak hanya dari provinsi Jawa Barat tetapi juga dari provinsi lain.
Gula Semut is brown sugar milled into smaller size with a longer process but more hygienic. Gula Semut can reduce the effect of sugar consumption and healthier than other forms of sugar. This graduating paper aims to know the process of making Gula Semut and its distribution that produced by Mapan located in Pangandaran district. The other objective is to describe the internal and external problems of Gula Semut by using SWOT analysis. The method of data collection is interview and direct observation as the primary method while library and internet research serves as secondary method. Mapan has strength and weakness, the strength is the traditional process of making Gula Semut. It makes the product is free from chemical substance. The weakness of this process is so long. It makes the consumers have to wait Gula Semut comes to them while they require Gula Semut for their products process immediately. The opportunity is Mapan is the only one Gula Semut producer in Pangandaran district area, so Mapan can distribute Gula Semut without competitor. The threat is there will be competitor that sell same product few years later. Nevertheless, Mapan has potential of business Gula Semut because many consumers orders Gula Semut not only from West Java Province area but also other province.
Kata Kunci : Gula Semut, Mapan, distribusi, analisis SWOT.