SOSIALISASI MUTU DAN KEAMANAN PANGAN OLEH DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN PERTANIAN (DISPERINDAGKOPTAN) KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2012
LELITA VIKRI, Dr. drh. Rini Widayanti, MP.
2013 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANDewasa ini, masih banyak yang belum tahu tentang keamanan pangan. Daging yang tidak Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) serta makanan yang mengandung pengawet berbahaya di Kota Yogyakarta yang ditemukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan). Zoonosis juga mengancam kesehatan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sosialisasi mutu dan keamanan di Kota Yogyakarta pada tahun 2012. Data mengenai sosialisasi didapat dari hasil wawancara dan arsip pegawai dinas di Disperindagkoptan Yogyakarta. Data yang dikumpulkan adalah kegiatan sosialisasi mutu dan keamanan pangan di Kota Yogyakarta pada tahun 2012. Data dianalisis secara deskriptif. Kegiatan sosialisasi oleh Disperindagkoptan pada tahun 2012 dilakukan sebanyak tujuh kali yang berupa ceramah dan diskusi, yang dipandu oleh moderator. Target sosialisasi adalah penjual daging, jagal, penjual jajanan makanan, dan konsumen. Pelaksanaan sosialisasi tersebut kurang maksimal karena frekuensi sosialisasi yang sangat sedikit sedangkan penduduk kota Yogyakarta yang sangat banyak.
Nowadays, there are still many people who do not understand about food safety yet. The meat which is not safe, healthy, intact, and permitted by Islam, and also the food which contained the harmful preservative in Yogyakarta were still found by Disperindagkoptan. Zoonotic also threaten health. This final assignment has an aim to understand the implementation of the quality and safety of food socialization in Yogyakarta in 2012. This socialization data obtained by interviewing and employee’s archives in the department. The collected data is about quality and safety of food socialization activity in Yogyakarta in 2012. Data was analyzed descriptively. In 2012, socialization activites were held seven times with lecture and discussion, that were guided by moderator. The socialization targets were butchers, slaughtermen, victualler, and consumers. That socialization implementation was not too maximum because the socialization frequence was less than the citizen of Yogyakarta City.
Kata Kunci : -