RANCANGBANGUN PENGERING KERUPUK RAMBAK DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI ENERGI SURYA DAN ENERGI BIOMASSA KAYU BAKAR
OKKA ADIYANTO, Dr. Ir. Bandul Suratmo
2013 | Skripsi | TEKNIK PERTANIANKerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dan sering dijadikan sebagai pelengkap berbagai sajian makanan atau sebagai lauk pauk. Permasalahan mendasar dalam pengelolaan industri kerupuk terdapat pada proses pengeringan Salah satu bentuk pengering yang cocok untuk diterapkan dalam proses pengeringan pada kerupuk yaitu bentuk rak pengeringan yang mengkombinasikan kombinasi energi matahari dan tungku biomassa sebagai sumber energi untuk proses pengeringan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat rancangan bangunan pengering yang hygienis dan juga untuk memanfaatkan energi matahari dan energi biomassa kayu bakar. Dalam penelitian ini panas dari proses penggorengan dan pengukusan disalurkan pada pipa pemindah panas yang terbuat dari tanah liat dan bermuara pada sebuah cerobong asap. Bangunan pengeringan terbuat dari tembok yang dilengkapi dengan ventilator. Atap bangunan pengering menggunakan bahan polikarbonat yang dimaksudakan agar dapat menangkap gelombang panjang dari sinar matahari sehingga dapat memanfaatkan efek rumah kaca. Tahapan dalam penelitian ini yaitu menentukan kapasitas bangunan, merancangan ketinggian cerobong, ukuran tungku, jumlah pipa pemindah panas, ketebalan dinding, dan jumlah ventilator. Bangunan pengering ini memiliki ukuran 450 cm x 350 cm x 300 cm. Pipa pemindah panas yang dibutuhkan sebanyak 34 buah dan ketebalan plaster pada dinding yaitu 27,735 cm tiap sisi-sisinya. Ketebalan pintu yaitu 6 cm yang terbuat dari anyaman bambu. Jumlah ventilator yang dibutuhkan sebanyak 2 buah dengan ukuran 12 inch.
Rambak cracker is one of snacks which Indonesian people like to consume and usually becomes the complement for any food. The basic problem in cracker industry management is on the drying process. One of the dryer which is suitable for cracker drying is tray dryer combined with solar energy and biomass stove as the energy sources. The objectives of this research are to design a hyigienic drying building the solar energy and wood biomass. In this research, the heat from frying and steaming are conducted by heat exchanger made of clay and end to a chimney. The building is made of wall equipped by ventilator. Polycarbonate is used for the roof because it can trap the long wave from sunlight and utilize the greenhouse effect. Step in this research that is determine the building capacities, building of flue height, size wood biomass stove, sum up the heat exchanger, thick of wall, and sum up ventilator The size of drying is 450 cm x 350 cm x 300 cm. The heat exchanger needed has 34 in amount and the thickness of cement is 27,735 cm for every side. The door thickness is 6 cm which is made of bamboo webbing. The ventilator needed is 2 in amount and 12 inch in size.
Kata Kunci : Kerupuk, pengeringan, hybrid, rancangbangun, efek rumah kaca