Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKAN, STATUS GIZI, DAN KELELAHAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA PABRIK PT. TIGARAKSA SATRIA Tbk. YOGYAKARTA

MARSELLA MAHARDHIKA DEWI, Yayuk Hartriyanti, SKM, M.Kes

2013 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang: Persaingan industri yang semakin ketat menuntut perusahaan agar memiliki tenaga kerja yang sehat dan produktif. Namun, pelayanan kesehatan yang diberikan perusahaan umumnya belum memadai. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas tenaga kerja. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kesehatan dan produktivitas memiliki korelasi yang nyata. Tujuan: Mengetahui hubungan asupan makan, status gizi, kelelahan kerja, dan produktivitas kerja pada pekerja pabrik PT. Tigaraksa Satria Tbk. Yogyakarta. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan cross sectional dan berlokasi di PT. Tigaraksa Satria Tbk. Yogyakarta pada bulan Oktober 2012-Februari 2013. Subjek penelitiannya adalah pekerja di bagian produksi yang berjumlah 72 orang. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner (food recall 24 jam dan KAUPK2), metode wawancara, dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dengan tambahan uji Chi Square. Hasil: Analisa statistik menunjukkan tidak ada hubungan asupan makan dengan status gizi (p > 0,05). Tidak ada hubungan asupan makan dengan kelelahan kerja (p > 0,05). Tidak ada hubungan status gizi dengan kelelahan kerja (p > 0,05). Tidak ada hubungan kelelahan kerja dengan produktivitas kerja (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan asupan makan dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan asupan makan dengan kelelahan kerja.Tidak terdapat hubungan status gizi dengan kelelahan kerja.Tidak terdapat hubungan kelelahan kerja dengan produktivitas kerja.

Background: Nowadays, many factories strive for having healthy and productive labour to compete with another factories. However, many factories haven’t provided yet health service for their labour properly. It may cause decreasing of labour’s productivity. Some researches found that healthy level of labour is related to their productivity. Objective: To determine the correlation between dietary intake, nutritional status, occupation fatigue, and work productivity at Tigaraksa Satria labour, Yogyakarta. Method: This research was a cross sectional study and located at Tigaraksa Satria Yogyakarta during October 2012-Februari 2013. This subjects were production at Tigaraksa Satria labour, Yogyakarta that amounted to 72 people. Data were collected by using questionnaires food recall 24 hours and KAUPK2, interview method, and antropometric measurements. Data were processed and analyzed by using Pearson Correlation with Chi square test. Result: Statistical analysis showed that there was no significant correlation between dietary intake and nutritional status (p > 0,05). There was no significant correlation between dietary intake and occupation fatigue (p > 0,05). There was also no correlation between nutritional status and occupation fatigue (p > 0,05). There was no correlation between occupation fatigue and work productivity (p > 0,05). Conclusion: There is no correlation between dietary intake, nutritional status, occupation fatigue, and work productivity among labour at Tigaraksa Satria Yogyakarta.

Kata Kunci : Asupan Makan, Status Gizi, Kelelahan Kerja, Produktivitas Kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.