PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR BEBERAPA NILAI MATA PELAJARAN MENURUT ASUPAN ENERGI DAN FREKUENSI SARAPAN PAGI ANAK SEKOLAH DASAR
EVI NARULISTA, Dr. Toto Sudargo, SKM, M.Kes
2013 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar belakang:Sebagai komponen kemajuan bangsa perkembangan anak harus selalu diperhatikan. Nutrisi anak harus selalu dipantau karena nutrisi menjadi prasyarat dalam pencapaian prestasi belajar anak-anak, seperti konsumsi makanan berenergi dan kebiasaan sarapan. Beberapa hasil penelitian melaporkan anak yang tidak sering makan pagi konsentrasinya lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang sering makan pagi dan anak yang saat makan mengkonsumsi tinggi energi menunjukkan adanya peningkatan dalam kreativitas, ketahanan fisik, dan nilai dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi rendah energi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar beberapa mata pelajaran menurut asupan energi dan frekuensi sarapan pagi siswa SD Negeri Ungaran 1 Yogyajarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional terhadap 78 siswa. Penelitian ini dilakukan di SD N Ungaran 1 Yogyakarta. Kami memilih siswa yang memenuhi kriteria inklusi menggunakan random sampling. Kami menganalisis pada analisis bivariate dengan fisher’s exact test Hasil : Dari hasil penelitian diketahui bahwa 73% siswa memiliki asupan energi baik dan 27% siswa asupan energi rendah. Frekuensi sarapan pagi subjek penelitian diketahui bahwa 59% terbiasa sarapan pagi (≥4 kali/minggu) dan 41% tidak terbiasa sarapan pagi (<4 kali/minggu). Hasil analisis pada penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang bermakna signifikan antara prestasi belajar beberapa mata pelajaran menurut asupan energi (p>0,05) dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna signifikan antara prestasi belajar beberapa mata pelajaran menurut frekuensi sarapan pagi (p>0,05). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan prestasi belajar beberapa mata pelajaran menurut asupan energi dan frekuensi sarapan pagi siswa
Background : As a component of the nation's progress, the development of the child must be considered. Nutrition of children should be monitored because nutrition is to be a prerequisite in academic performance of children, such as consumption of energy food and habits of breakfast. Several studies have reported that children who do not eat breakfast have lower concentrations than children which often eat in the morning. Children who eat rich of energy showed an increase in creativity, physical endurance, and value as compared to children who consume low energy. Objective : To know the difference of academic performance some subjects based on energy intake and breakfast frequency of elementary school in SD N Unggaran 1 Yogyakarta. Methods : This researchwas conducted as across-sectionalresearch at 78 students in SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta. We choosed students who met the inclusion criteria using a simple random sampling. We analyzed for bivariate analysis with fisher’s exact test. Result : Out of 78 students, there were 73% students have good energy intake, 27% have low energy intake and 59% have habitual to eat breakfast (≥ 4 times / week), 41% are not habitual to eat breakfast (<4 times / week). The result of analysis are there is no difference between academic performance some subjects based on energy intake (p>0,05) and there is no difference between academic performance some subjects based on frequency of breakfast (p>0,05). Conclusion : There is no difference between academic performance some subjects based on energy intake and frequency of breakfast
Kata Kunci : Asupan Energi, Sarapan Pagi, Prestasi Belajar