Nilai - Nilai Keluarga Sebagai Basis Usaha Batik Studi Kasus Keluarga Luas Sedewo di Patangpuluhan, Yogyakarta
ARIEF ERLANGGA P., Dr. Atik Triratnawati., M.A
2013 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYAYogyakarta sebagai salah satu kota batik di Indonesia, selain Pekalongan dan Solo tentunya mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha melestarikan batik. Keberadaan batik tidak terlepas dari peran pengusaha atau pengrajin yang menggelutinya. Dalam usaha pewarisan usaha batik tentunya keluarga mempunyai peran yang sangat besar Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode ini diharapkan dapat menggambarkan kehidupan keluarga serta aktivitasnya di dalam usaha batik keluarga. Penelitian ini berlangsung antara 2010 hingga 2011, dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam dengan informan. Sehingga informasi yang akan disampaikan dalam tulisan ini bisa dipahami. Sumber informasi penulis antara lain pemilik usaha, pegawai, dan saudara yang ikut membantu usaha batik. Usaha batik di keluarga ini sudah berlangsung lama, sehingga banyak nilai-nilai keluarga yang dapat membuat usaha batik cap tetap bertahan hingga saat ini. Keluarga tentunya tidak dapat terpisahkan dari mana mereka berasal atau tinggal, budaya Jawalah yang mereka pegang teguh selama ini, nilai-nilai keluarga ini yang membuat penulis tertarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha batik sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai keluarga yang selama ini diajarkan. Nilai-nilai di keluarga ini seperti tolong menolong, rukun, hormat menghormati, sungkan, dan welas asih memiliki peranan yang cukup penting. Dengan nilai-nilai ini usaha batik keluarga diwariskan ke generasi selanjutnya, sehingga usaha batik ini dapat bertahan hingga saat ini.
Yogyakarta belongs to the city of Batik in Indonesia, instead on Pekalongan and Solo, in which certainly plays a very important rule to preserve Batik. The existence of batik is inseperable from entrepreneurs or artists’ role engaged in it and familly business plays an important role as well. This research uses descriptive qualitative method which is expected to be able to describe familya life an activitive in the batik business familly. In this research, the data were collected from participatory observation and in-depth interviews and informants. They are the business owners employee, and relatives who assist the batik business. Batik business in this family has been running for long time, so there are lot of the family values that can make batik business survive until day. Family certainly cannot be separated from where they come from or live, and Javanese culture which they hope steadfast over the years, the family values that makes the writer interested. This study concludes that the batik business in strongly influenced by family values. The values in this family such as cooperation and get along each other, respect, shynes, and compassion, play an important rule. With these values, the batik family business passes down to the next generation, so batik industry can survive until today.
Kata Kunci : Keluarga, Budaya Jawa, Batik cap