Perilaku menelan obat pada penderita tuberkulosis paru yang putus berobat di Kabupaten Kendal
PURWANTO, Eddy, dr. Barmawi Hisyam, SpPD-KP
2001 | Tesis | S2 Kesehatan MasyarakatDewasa ini penyakit tuberkulosis pare kembali dianggap sebagai "The Reemerging Disease". Strategi DOTS ( Directly Observed. Treatment Shortcourse) sebagai upaya penanggulangan yang direkomendasikan oleh WHO (Wort Health Organization) menghadapi tantangan dalam pelaksanannya. Meskipun penekanannya terhadap pengawasan menelan obat pada penderita, tetapi banyak penderita yang tidak patuh melaksanakan paket pengobatannya. Penderita secara sepihak memutuskan berhenti menjalani pengobatan (Drop Out). Perilaku ini menipakan gejala social yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, melalui studi kasus pada penderita tuberkulosis pan' yang putus berobat maupun yang sembuh. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan Diskusi Kelompok Terarah (DKT), serta obsevasi tidak terstruktur. Responden dipilih berdasarkan criterion sampling, dari jumlah BTA (+) yang diketemukan gagal fase pengobatan akhir, Drop Out per Puskesmas pada periode evaluasi bulan Januari 1999 sampai dengan Desember 1999 Kabupaten Kendal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku menelan obat pada penderita tuberkulosis paw yang putus berobat di Kabupaten Kendal, menggunakan rancangan studi fenomenologi kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa perilaku menelan obat penderita tuberkulosis pare dipengaruhi oleh persepslnya tentang ancaman dan bahaya penyakit serta manfaat pengobatan, sebagaimana yang dijelaskan dalam teori kepercayaan maupun model mechanic. Perilaku menelan obat pada penderita tuberkulosis pare yang putus berobat dipengaruhi juga oleh adanya gejala samping obat. Alasan penderita memutuskan berhenti menjalani pengobatan adalah karena tidak mampu membiarkan gejala samping dengan berbagai sindroma yang dirasakan (intoleransi), juga adanya rasa malu untuk berobat (stigma).
Lung tuberculosis has been considered as "The Reemerging Disease". DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) strategy as the control effort which recommended by WHO facing some challenges in its implementation. Although the focus was on the monitoring of swallowing medicine of the patiens, there were many patiens who did not obey in having the treatment package. The patien dicided to drop out from treatment. Indeed, this behavior is social symptom that interesting to be examined. This research was qualitative through case study in lung tuberculosis patien whose drop out or recovers. Data collection was done through in-depth interview and Focus Group Discussion (FGD). Respondens were choses based on criterion sampling from the number of BTA (+) whose failed in the last treatment period, and drop out per Health Center in the evaluation period from January 1999 to December 1999 in Kendal District. The purpose of this research was to explored factors that had influence on behavior of swallowing medicine of lung tuberculosis patien was drop out, as well as to identified the possibility of intervention in order to overcome those factors in Kendal District. Behavior of swallowing medicine of lung tuberculosis patien was influenced by perception regarding the threat from disease, the advantage as well as the cost for treatment. In addition, behavior of swallowing medicine of lung tuberculosis patien whose drop out was because of the side effect of medicine. Indeed, the reason of patien to drop out was because of the intolerence toward the side effect of medicine as well as the shyness because of stigma.
Kata Kunci : Tuberkulosis pare, putus berobat, persepsi, intoleransi, lung tuberculosis, drop out, perception, intolerence