Laporkan Masalah

KUANTIFIKASI FUZZY DALAM PENENTUAN INDIKATOR OPERASI PINTU PENGAMBILAN BENDUNG DI DAERAH IRIGASI BLAWONG, BANTUL, YOGYAKARTA

MEGA PRIMARINI, Murtiningrum, STP, M.Eng

2013 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Peraturan pemerintah No. 22/2006 menyatakan bahwa daerah irigasi dengan luas 1000 ha —3000 ha menjadi wewenang pemerintah provinsi. Dampak dari peraturan ini adalah pemerintah provinsi harus memiliki petugas-petugas lapangan yang dapat mengelola daerah irigasi tersebut. Akan tetapi, para petugas lapangan ini belum menjalani pelatihan karena keterbatasan dana dan sistem rekruitmen. Sehingga operasi pintu pegambilan tidak berdasarkan kriteria keteknikan. Dalam operasi pintu pengambilan oleh petugas lapangan hanya berdasarkan pengalaman yang tidak kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indikator operasi pintu pengambilan dan pengaruhnya terhadap kecukupan air irigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Teori Kuantifikasi Fuzzy I, dimana metode ini mengubah data kualitatif menjadi kuantitatif dengan menentukan bobot kategori. Beberapa indikator yang digunakan adalah perhitungan kebutuhan air tanaman, debit tersedia di bendung, permintaan petani, fase tanaman, jenis tanah, cuaca, dan curah hujan. Pengaruh masing-masing indikator dari yang terbesar adalah curah hujan, keadaan awan, dan permintaan petani.

The Government Regulation No. 20/2006 stated that irrigation systems with 1000 ha – 3000 ha command area and cross-boundary irrigation systems were the authority of the provincial government. The regulation implied that the provincial government must have field officials as field managers. However, field officials received improper training due to limited fund and recruitment system. Therefore the gate operation was not performed based on engineering criterias. The indicators employed by field officials for gate operation were based on their experience which was not quantitative. This study aims to determine the indicators of gate operation and their influence to irrigation adequacy. The method used in the study was Fuzzy Quantification Theory I to change the data from qualitative into quantitative values by determining the category weight. The indicators used were crop water requirements, available weirdischarge, farmers demand, cropstage, soil type, weather, and rainfall. The most influenced indicators were cloudiness, the farmer demand, and rainfall.

Kata Kunci : Teori Kuantifikasi Fuzzy I, operasi pintu bendung


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.