SPEECH EVENTS IN THE DONGBAEG KKOT COMIC (ë™ë°±ê½ƒ)
DIAN ROKHMAWATI, Drs. Tri Mastoyo Jati Kesuma, M. Hum
2013 | Skripsi | BAHASA KOREAPenelitian ini mengkaji Peristiwa Tutur dalam Komik Dongbaeg Kkot (ë™ë°±ê½ƒ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ragam tutur yang digunakan dalam komik Dongbaeg Kkot dan mendeskripsikan faktor–faktor yang melatarbelakangi penggunaan ragam tutur pada peristiwa tutur dalam komik tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Penyediaan data dilakukan dengan cara observasi atau mengamati objek kajian dalam konteksnya secara tekstual. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil berupa ragam tutur formal (jondaemal) dan ragam tutur informal (banmal) yang digunakan dalam komik Dongbaeg Kkot. Penggunaan kedua ragam tutur ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor linguistik dan faktor nonlinguistik. Faktor Linguistik yang ditemukan antara lain pemakaian sufiks bentuk formal dan informal serta pemarkah honorifik, pemakaian ekspresi melalui leksikon, pemakaian ekspresi untuk menyapa orang asing, penggunaan kata sapaan, pronomina dan bentuk tutur yang terdiri dari bentuk tutur lengkap dan bentuk tutur ringkas. Pada faktor nonlinguistik ditemukan antara lain usia penutur, jabatan/status sosial, dan latar berlangsungnya peristiwa tutur yang memengaruhi kedua ragam tersebut.
This research paper is about Speech Events in The Dongbaeg Kkot (ë™ë°±ê½ƒ) Comic. The purpose of this research paper is to describe the style of speech in the Dongbaeg Kkot (ë™ë°±ê½ƒ) comic and describe the factors which influence this style of speech used in the speech events of the comic. The research employed the qualitative method. Data were collected by observing both text and context. Formal speech style (jondaemal) and informal speech style (banmal) were found during the time of research. The use of both speech styles are influenced by two factors: linguistic and non linguistic. Linguistic factors are the use of suffix (both formal and informal), subject honorification, honorifications by means of lexical expressions, address terms, pronouns, and utterance contraction. Non linguistic factors are age, social position, and situation when speech events happen.
Kata Kunci : peristiwa tutur, ragam tutur, faktor linguistik, faktor nonlinguistik