PERKEMBANGAN TAMAN KANAK-KANAK DI KOTA YOGYAKARTA 1930-1960
LUTHFIA FARHANI F, Dr. Mutiah Amini, M.Hum.
2013 | Skripsi | ILMU SEJARAHPenelitian ini membahas tentang pendidikan taman kanak-kanak di Yogyakarta pada kurun waktu 1930-an sampai dengan 1960-an. Penelitian ini didasari atas sebuah pemahaman akan masih sedikitnya kajian yang mengkaji tentang fenomena pendidikan anak-anak pada masa kolonial di Indonesia. Padahal akan lebih baik untuk menghadirkan historiografi Indonesiasentris secara optimal dengan menulis sebuah kajian tentang pendidikan taman kanak-kanak yang memang perlu dihadirkan untuk memberikan pemahaman terhadap bagaimana peran pendidikan terhadap perubahan yang terjadi di dalam masyarakat dalam sejarah keseluruhan. Perkembangan pendidikan taman kanak-kanak di Yogyakarta pada masa kolonial sebelum 1930-an, sangat terbatas untuk digali lebih dalam akibat catatan dan fotografis tentang pendidikan pribumi di masa kolonial sangatlah langka. Pada pertengahan tahun 1930-an baru dapat dilihat mengenai pendidikan pribumi dan peran serta perempuan yang ikut dalam mengembangkan pendidikan untuk masyarakat pribumi. Pendidikan yang hadir di dalam masyarakat hanya dijadikan sebagai simbol kaum terpelajar yang berasal dari para bangsawan dan pejabat pemerintahan. Semenjak awal pendidikan pribumi diberlakukan, awal mula politik etis di Nusantara hingga tahun 1960-an setelah revolusi, yang memang menjadi fokus penelitian ini, pendidikan tidak hanya sekedar simbol atas kekuasaan kaum bangsawan saja, akan tetapi pendidikan sebagai sarana perubahan yang sudah menjadi sebuah kebutuhan dan mempunyai sebuah tujuan untuk memperthankan kebudayaan dan sedikit unsur politik di dalamnya. Oleh sebab itu, fokus penelitian ini akan ditekankan pada unsur sosial dan pendidikan dalam masyarakat Yogyakarta tehadap munculnya pendidikan taman kanakkanak. Salah satu unsur penting dalam perkembangan taman kanak-kanak di Yogyakarta pada masa kolonial adalah relasinya dengan modernisasi. Dalam penelitian ini, akan dibahas mengenai pengaruh datangnya pendidikan barat yang bisa kita artikan modernisasi di Indonesia terutama Yogyakarta terhadap perubahan pola fikir masyarakat pribumi. Semakin majunya pendidikan menimbulkan suatu situasi dimana unsur modernisasi yang identik dengan barat berbenturan dengan adat istiadat Jawa. Situasi ini dapat kita lihat dalam dinamika perkembangan pendidikan taman kanak-kanak di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang menggunakan sumber-sumber primer dan sekunder. Sumber primer adalah arsip-arsip, koran dan majalah serta foto-foto yang mendokumentasikan peristiwa-peristiwa yang berkaitan, juga wawancara sumber sezaman yang berhubungan dengan penelitian ini. Sedangkan sumber-sumber sekunder menggunakan jurnal, artikel, buku, dan internet.
This research discusses about kindergarten education in Yogyakarta during the period of 1930s until 1960s. This research is based on an understanding of the small number of studies which asses the phenomenon of children's education in the colonial era in Indonesia. Whereas it will be better to present an optimally Indonesiasentris historiography by writing a review on kindergarten education which is necesarry to be presented to provide an understanding on the role of education toward the changes happening in society in the history generally. The development of kindergarten education in Yogyakarta during the colonial era before 1930s; was very limited to be studied deeper due to photographics and records of the native education in the colonial period which were very rare. Then, only began in mid 1930s, it could be seen about the natives education and the participation of the women who envolved in developing the education for the natives. The education which presented in the society only served as a symbol of the intelligentsia who came from the nobility and government officials. Since the beginning of the natives education was enforced, as the beginning of ethical politics in the archipelago until 1960s after the revolution, which became the focus of this research, education was not merely a symbol of the power of the nobility, but education as a mean of change which had become a necessity and had a purpose to maintain the culture and some political element in it. Therefore, the focus of this research will be focused on the social and educational elements in Yogyakarta society toward the emergence of kindergarten education. One of the most important elements in the development of kindergartens in Yogyakarta during the colonial era was its relation to modernization. In this research, the effect of western education would be discussed that we could interpret as modernization in Indonesia, especially in Yogyakarta toward the changing of the natives’ mindset. The rapid advancement of education led to a situation where the elements of modernization which was identical with western customs collided with Java customs. We might see this situation in the development dynamic of kindergarten education in Yogyakarta. The method used in this research was historical research method using primary and secondary sources. The primary sources were the archives, newspapers and magazines as well as photographs documenting events which had relation, and also interviews from contemporary sources associated with this research. While secondary sources used journals, articles, books, and internet.
Kata Kunci : pendidikan pribumi, pendidikan taman kanak-kanak, pendidikan kolonial