Laporkan Masalah

PENILAIAN SUMBER DAYA ALAM PANAS BUMI GUNUNG TAMPOMAS SESUAI DENGAN KEBIJAKAN STANDAR LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL TAHUN 2011

Nanang Rahayu, S.T., Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A, M.P.M, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Kebijakan Pemerintah sebagai regulator sudah mengharuskan penyajian laporan keuangan menggunakan penyajian nilai aset yang sebenarnya (nilai wajar) yang sesuai dengan standar laporan keuangan internasional International Financial Reporting Standard (IFRS) yang mulai diterapkan tahun 2012 kepada perusahaan publik. Penelitian dilakukan terkait dengan persyaratan IFRS yaitu menganalisis nilai Hak Investasi Pengembangan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi (geothermal) Gunung Tampomas yang terletak di Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang dimiliki oleh konsorsium 3 (tiga) perusahaan terdiri dari PT Jasa Sarana, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan PT. Resources Jaya Teknik Management Indonesia. PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Data data yang digunakan bersumber dari konsorsium perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan dianalisis dengan menggunakan model penilaian pendekatan pendapatan dengan menggunakan Metoda aliran kas terdiskonto (Discouted Cash Flows/DCF Method) untuk menentukan Nilai Pasar. Hasil analisa merupakan Nilai Pasar aset sumber daya alam panas bumi yang merupakan nilai Hak Investasi Pengembangan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Gunung Tampomas yang dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan pelaporan keuangan standar internasional (International Financial Reporting Standard)

Government policy as a regulator already requires the presentation of financial statements using the actual presentation of the value of assets (fair value) in accordance with International Financial Reporting Standards (IFRS) which was implemented in 2012 to a public company. The study was conducted related to the requirements of IFRS is to analyze the value of the Rights of Working Area Development Investment Geothermal Mining Gunung Tampomas located in Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, which is owned by consortium of 3 (three) of companies consists of PT Jasa Sarana, PT Wijaya Karya Tbk. (Persero), and PT Resources Jaya engineering Management Indonesia. Data used data sourced from a consortium of companies holding mining business license (IUP) and analyzed using the income approach valuation models using discounted cash flow method (DCF) to determine the market value. The results of an analysis of market value of assets geothermal resource that is the value of the Rights of Working Areas Development Investment Geothermal Mining Gunung Tampomas that can be used to meet the requirements of International Financial Reporting Standard (IFRS).

Kata Kunci : Panas bumi, Hak, Nilai Wajar, Aset Khusus


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.