Laporkan Masalah

PERHITUNGAN NILAI INSTRINSIK EKUITAS PT NINDYA KARYA (PERSERO) PER 31 DESEMBER 2011 SETELAH PENAMBAHAN MODAL

Ajar Setiadi, Dr. Mamduh M. Hanafi, M.B.A.

2013 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kinerja keuangan PT Nindya Karya (“Nindya”) setelah dilakukan restrukturisasi oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (“PPA”) dan mengestimasi nilai ekuitas Nindya sehingga dapat dievaluasi apakah PT Perusahaan Pengelola Aset (“PPA”) akan mendapatkan upside ketika melakukan penambahan modal dalam rangka restrukturisasi ini.Tujuan PPA memberikan penambahan modal adalah dalam rangka membantu Nindya dalam proses restrukturisasi keuangan yang dikarenakan ekuitas negatif yang dialami oleh Nindya. Keadaan tersebut menyebabkan Nindya kesulitan untuk mendapatkan kontrak-kontrak pekerjaan konstruksi. Dengan penambahan modal yang diberikan oleh PPA, ekuitas Nindya menjadi positif kembali dan diharapkan dapat menjalankan usahanya dengan normal. Peneliti akan melakukan evaluasi kelayakan dari penambahan modal oleh PPA dengan melakukan estimasi nilai ekuitas Nindya dengan menggunakan pendekatanpendapatan metoda arus kas terdiskonto (discounted cash flow) dengan model arus kas bebas ke perusahaan (free cash flow to the firm), model arus kas bebas ke ekuitas (free cash flow to equity dan pendekatan pasar (relative valuation). Data yang digunakan terdiri dari laporan keuangan Nindya selama 5 tahun terakhir yaitu sejak tahun 2007 sampai dengan 2011. Penelitian ini dibuat dengan tiga skenario sumber pendanaan yaitu: (i) skenario pertama di mana PPA melakukan penambahan modal sebesar Rp500 miliar, (ii) skenario kedua di mana PPA melakukan penambahan modal sebesar Rp250 miliar dan Nindya meminjam dana sebesar Rp250 miliar dan (iii) skenario tiga di mana Nindya meminjam dana sebesar Rp500 miliar. Dalam penelitian ini, metoda yang digunakan untuk menentukan skenario yang paling baik untuk diterapkan oleh PPA adalah dengan menggunakan hasil proyeksi laporan keuangan yaitu proyeksi ekuitas, proyeksi kas serta marjin laba bersih Nindya untuk 5 tahun ke depan. Analisis metoda arus kas terdiskonto dilakukan dengan cara membuat proyeksi laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi), proyeksi arus kas bebas ke perusahaan (FCFF) dan ke ekuitas (FCFE), penentuan tingkat diskonto, penentuan terminal value, dan juga dihitung penentuan estimasi nilai perusahaan. Sedangkan penelitian pendekatan akan menggunakan price earning ratio (PER), price to book value (PBV) dan price to sales ratio (P/S). Dari penelitian ini didapatkan estimasi nilai intrinsik ekuitas PT Nindya Karya per 31 Desember 2011 pada skenario 1 adalah Rp638,1 miliar dengan menggunakan metoda pendekatan pasar, Rp897,8 miliar dengan metoda arus kas bebas ke ekuitas dan Rp937,6 miliar dengan menggunakan metoda arus kas bebas ke perusahaan, sehingga diambil kesimpulan bahwa nilai ekuitas Nindya berada dalam rentang Rp638,1 – Rp937,6 miliar. Dari proyeksi ekuitas, proyeksi kas serta marjin laba bersih Nindya untuk 5 tahun ke depan disimpulkan bahwa skenario 1 merupakan skenario yang paling baik dengan potensial upside sebesar Rp138,1 – Rp437,6 miliar

This research attempts to evaluate financial performance of PT. Nindya Karya (Nindya) after being restructured by PT Perusahaan Pengelola Aset (“PPA”) and to estimate equity value of Nindya to evalate whether PPA will get an upside when injecting capital for restructuring process. PPA purpose in injecting capital is to assist Nindya in financial restructuring process since Nindya’s condition of negative equity caused difficulties to get contruction’s contracts. After the capital injections, Nindya’s Equity will be positive and hopefully Nindya’s can restore their normal business operations. Author will evaluate the feasibility of PPA injecting capital to Nindya by estimating Nindya equity value using three valuation model: (i) discounted cash flow method - free cash flow to the firm (FCFF), (ii) discounted cash flow model - free cash flow to equity (FCFE) and relative valuation. The data used in this research were taken from Nindya’s financial statement reports from 2007 to 2011. The research applied three distinctive scenarios: (i) first scenario, PPA would give capital injection of IDR500 billions; (ii) second scenario, PPA would give capital injection of IDR250 billions and Nindya would borrowadditional fund of IDR250 billions; and (iii) third scenario, Nindya would borrow IDR500 billions. To conclude which scenario is the best for PPA, author used the result of Nindya’s financial projections which are book value of equity, cash and net profit margin projection for the next five years. Analysis of discounted cash flow method was conducted by projecting financial statement, free cash flow for the firm (FCFF)’s projection, free cash flow to equity (FCFE) projection, discount rate, determination of terminal value, and estimation of company value. Relative valuation method which price earnings ratio (PER), price to book value (PBV) and price to sales ratio (P/S) were used to estimate Nindya equity value. Based on the calculation in this research, estimated intrinstic value of Nindya equity in December 31, 2011 in the first scenario were IDR638,1 billions calculated with relative valuation method, IDR897,8 billions calculated withfree cash flow to equity (FCFE) method and IDR937,6 billions calculated withcash flow to the firm (FCFF) method. Thus, the author concluded that Nindya’s equity wasranging from IDR638,1 billions to IDR937,6 billions. Based form book value of equity, cash and net profit margin projection for the next five years, it can be concluded that the first scenario is the best option for Nindya financial restructuringwith potential upside ranging from IDR138,1 billions to IDR437,6 billions.

Kata Kunci : nilai intrinsik saham, pendekatan pendapatan, discounted cash flow, arus kas bebas ke perusahaan, relative evaluation, analisis teknikal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.