Laporkan Masalah

Pengukuran dan Analisis Produktivitas Gula Pasir dengan Menggunakan Metode Objective Matrix

NINA KRISNAWATI, Ir. Suharno, M. Eng, M. Eng.Sc

2013 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Indonesia saat ini belum mampu mencukupi kebutuhan gula seluruh rakyatnya. Sehingga pemerintah mencanangkan program Swasembada Gula 2014. Kesuksesan Swasembada Gula 2014 ini mulai diragukan dikarenakan kecenderungan penurunan produktivitas 62 pabrik gula di Indonesia. Sehingga, perlu dilakukan pengukuran produktivitas untuk mendukung kesuksesan Swasembada Gula 2014 ini. Pabrik Gula Madukismo merupakan satu – satunya pabrik gula di Yogyakarta yang wajib dilestarikan keberadaannya. Metode pengukuran produktivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Objective Matrix (OMAX). Pengukuran dilakukan di Departemen Pabrikasi, Sumber Daya Manusia, dan Instalasi pada periode masa giling 2010, 2011,dan 2012. Langkah perhitungan OMAX ini antara lain penetapan rasio dan penghitungan nilai tahap awal,penentuan target dan bobot, pembentukan matrix omax, evaluasi tingkat produktivitas, perencanaan produktivitas, serta kesimpulan dan saran. Kriteria yang digunakan meliputi kriteria efisiensi, efektivitas, dan inferensial. Rasio yang menunjukkan urutan nilai akumulasi kondisi “buruk” dan “sangat buruk” terbanyak adalah rasio 5, rasio 6, rasio 2, rasio 1 dan rasio 3. Rasio 1, 2, dan 3 yang menunjukkan nilai akumulasi buruk dan sangat buruk yang tinggi ini menunjukkan bahwa PT Madu Baru belum efisien dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki. Nilai produktivitas total tertinggi terjadi pada periode September 2012, dan terendah pada November 2010. Kondisi produktivitas perusahaan selama masa pengukuran (2010, 2011, dan 2012) dominan buruk dengan hanya 4 bulan diatas nilai standar dan 15 bulan dibawah nilai standar. Tindakan perbaikan yang diambil untuk meningkatkan produktivitas rasio 1, 2, 3, 5 dan 6 antara lain peningkatan input tebu, minimalisir kehilangan gula dalam tebu, minimalisir waktu kerja mesin yang terbuang,dan peningkatan produktivitas tenaga kerja

Today, Indonesia still haven’t able to fulfill its people needs of sugar. Then Indonesian Government made program Sugar Self Sufficiency 2014. But Indonesian people began to doubt the good prospect of this program because the decreasing trend productivity of 62 sugar mill in Indonesia. That’s why productivity measurement needed to support this program. Sugar Mil Madukismo is the only Sugar Mill in Jogjakarta we have to preserve it. Objective Matrix is productivity measurement method used in this research. This research conducted in Manufacturing, Human Resources, and Installation Department at milling time 2010, 2011, and 2012. Step of Omax measurement consist of ratio determination, formation of matrix omax, productivity evaluation, productivity planning, conclusion and suggestion. Criteria used in this research consist of efficiency, effectivity, and inferensial Ratio which showed the biggest accumulation value of bad and very bad condition are ratio 5, 6, 2, 1, and 3. Ratio 1,2,3 indicate Sugar Mill Madukismo haven’t efficient yet used its resources. Highest total productivity value reached in September 2012, and lowest occurred in November 2010. Overall productivity condition Sugar Mill Madukismo in milling time 2010, 2011, and 2012 is not good, showed by only 4 months above standard value, and the rest (15 months) below standard value. Improvement action that should be taken to improve the productivity of ratio 1, 2, 3, 5, and 6 are by increasing sugar cane input, minimize sugar loss in sugar cane, minimize machinery wasting time, and improvement of labor productivity.

Kata Kunci : Gula Pasir Swasembada Gula 2014, Produktivitas, Pabrik Gula Madukismo, Objective Matrix


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.