Determinan pemilihan rumah sakit sebagai tempat persalinan di Kabupaten Bantul Yogyakarta
NAWANGSIH, Niken, Prof.dr. M. Hakimi, SpOG.,PhD
2001 | Tesis | S2 Kesehatan MasyarakatDi Kabupaten Bantul, Yogyakarta, angka kematian ibu masih menunjukkan angka yang tinggi dan angka cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan masih rendah. Hal tersebut menunjukkan adanya indikasi bahwa kebutuhan akan pelayanan persalinan modern yang cukup tinggi, termasuk pelayanan persalinan di RS. Di sisi lain permintaan masyarakat akan pelayanan persalinan di RS masih rendah. Untuk itu, perlu diketahui pelayanan persalinan seperti yang diinginkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor yang berperanan dalam pemanfaatan jasa pelayanan persalinan di RSUD Kabupaten Bantul (RS Pemerintah) dan RSKIA PKU Muhammadiyah Bantul (RS Swasta). Faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah umur, paritas, tingkat pendidikan, jumlah anak, ketersediaan pelayanan, lama waktu tunggu, hubungan interpersonal, persepsi kualitas pelayanan, tingkat pendapatan, persepsi tarif, jarak, status kesehatan dan persepsi sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien bersalin di kedua rumah sakit. Subyek penelitian ada 178 orang, terdiri dari 90 orang pasien bersalin di RSUD sedang sisanya pasien bersalin di RSKIA PKU. Data dianalisis dengan menggunakan univariat dan multivariat regresi logistik stepwise backward. Dalam analisis univariat, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor jarak (t: 2.052; p<0.05), ketersediaan peralatan (X2: 14.576; p<0.001) dan hubungan interpersonal (X2: 16/72; p<0.001) berbeda bermakna dalam pemanfaatan pelayanan persalinan di RSUD dan RSKIA, dengan kecenderungan peranan pemanfaatan pelayanan persalinan di RSUD. Sedangkan faktor tingkat pendidikan (X2: 21.969; p<0.001) dan tingkat pendapatan (t: 2.604; p<0.05) berbeda bermakna dalam pemanfaatan pelayanan persalinan di kedua RS, dengan kecenderungan peranan pemanfaatan di RSKIA. Setelah analisis multivariat, terlihat bahwa hanya ketersediaan peralatan (Exp(B) : 2.028) dan hubungan interpersonal (Exp(B) : 0.274) yang tetap berbeda bermakna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor ketersediaan pelayanan mempunyai peranan yang paling menentukan dalam pemanfaatan pelayanan persalinan di RS Pemerintah dan RS Swasta, diikuti oleh faktor hubungan interpersonal. Saran yang dapat disampaikan oleh penelitian ini adalah bahwa perbedaan karakteristik yang ada dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan penentuan segmen pasar, pemilihan tenaga,penentuan tarif dan investasi fasilitas. Hasii penelitian juga dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk ren-cana melakukan aliansi. Selain itu dapat dipakai pula sebagai dasar pemikiran penyusunan program peningkatan pemanfaatan pelayanan persalinan di RS.
In Bantul , Yogyakarta the maternal mortality rate is still high, while the utility of hospitals and other health services for delivering baby are remain low. This is the reason why the author would like to investigate factors related to that conditions. The aim of this study is to know the factors that related to utilization of maternal health services in public (RSUD Kabupaten Bantul) and private hospital (RSKIA PKU Muhammadiyah Bantul). The factors had been studied in this study are age, parity, level of education, number of child, the services, waiting time, interpersonal relationship, quality of service perception, income, tariff perception, distance, healthy performance and ache perception. The study design was analytical descriptive with cross-sectional approach. The population was patients who admitted to the both hospitals for delivery. There were 178 subjects been examined. Among those 178 patients, 90 patients were allocated in RSUD while the rest were in RSKIA PKU. Data were analyzed using univariat and multivariat backward logistic regression analysis. In the univariat analysis this study found that the distance, the equipment and interpersonal relationship significantly different in both hospital with the results are p < 0.05 & t= 2.052 ; p < 0.001 & x2= 14,576; p< 0.001& x2= 16.772 respectively with the trends to be more associated to RSUD. While for educational and economical level significantly different in both hospital with the the trends to be more associated to RSKIA (p <0.001 & x2= 21.969; p< 0.05 & t= 2.604 respectively). After multivariate analyzes there was only the equipment (Exp. B= 2.028) and interpersonal relationship (Exp. B= 0.274) remain significant independently. It could be concluded that the equipment is the most prominent factor related to delivery services in the private and government hospitals. While the interpersonal relationship is the subsequent factor. By this investigation, the author suggest to consider the factors related to delivery services as the considerations in deciding market share, the employee, tariff , infestations and collaborations.
Kata Kunci : pelayanan kesehatan maternal, manajemen rumah sakit, determinan persalinan, maternal health services, hospital management, delivery determinant