ENDOFORA PRONOMINA PERSONA DALAM NOVEL AL-GAIB KARYA NAWWAL AS-SA'DAWI: ANALISIS SINTAKSIS
UMMI ROHMATU NINGSIH, Dra. Uswatun Hasanah, M.A.,
2013 | Skripsi | SASTRA ARABPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pronomina persona (d{ami>r) dalam novel Al-Ga>`ib karya Nawwa>l as-Sa’da>wi> dan cara pengacuannya, dengan cara anafora ataukah katafora. Selain itu juga untuk mengetahui jarak atau kerapatan antara anteseden dan pronomina persona. Novel Al-Ga>`ib dipilih karena terdapat banyak pronomina persona yang antesedennya berubah-ubah dengan jarak/kerapatan yang bervariasi. Penelitian dilakukan menggunakan metode baca markah, yaitu dengan mencari pemarkah secara anaforis dan kataforis. Namun setelah diteliti pemarkah anaforis lebih banyak ditemukan dari pada kataforis. Pada novel Al-Ga>`ib, ditemukan 4511 d{ami>r ba>riz yang terdiri dari 419 d{ami>r munfas}il dan 4092 d{ami>r muttas}il, juga 6433 d{ami>r mustatir. Adapun penemuan d{ami>r munfas}il: huwa, huma, hum, hiya, anta, anti, ana>, nah}nu. D{ami>r muttas}il: -hu, -huma>, -hum, -ha>, - huma>, -ka/-ta, -ki/ti, -tu, -na>, dan d{ami>r mustati>r: huwa, hiya, anta, ana>, nah}nu. Anteseden-anteseden yang banyak diacu pronomina persona dalam novel Al- Ga>`ib adalah Fu`a>dah, Fari>d, Ibu Fuadah, Sa‟ati, Ketua Jurusan, Satpam, Guru Kimia, dua tangan, dua mata. Penelitian tentang endofora ini menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa pronomina persona dalam bahasa Arab mempunyai kedudukan yang sangat penting. Dalam bahasa Arab sebuah pronomina persona secara rinci dibedakan jenis dan bilangannya, sehingga meskipun jarak antara anteseden dan pronomina persona sangat jauh, maka akan tetap ditemukan walaupun dengan kerumitan berbeda-beda.
This research was aimed to know kinds of personal pronouns (d}ami>r) in novel Al-Ga>`ib by Nawwa>l as-Sa’da>wi> and the using anaphora or kataphora. Besides that, it was also to know the distance between antecedent and personal pronouns. Novel Al-Ga>`ib was chosen because it had a lot of personal pronouns which the antecedent was changing in various distance. This research use symbol of reading method, it was anaphoricly and cataphoricly symbol. However symbol anaphoric system were more than symbol in cataphoric system. In novel Al-Ga>`ib was found 4511 d{ami>r ba>riz, that consisted of 419 d{ami>r munfas}il , 4092 d{ami>r muttas}il and 6433 d{ami>r mustatir . The d{ami>r munfas}il: huwa, huma, hum, hiya, anta, anti, ana>, nah}nu . D{ami>r muttas}il: -hu, -huma>, -hum, -ha>, -huma>, -ka/-ta, -ki/ti, -tu, -na>, and d{ami>r mustati>r: huwa, hiya, anta, ana>, nah}nu. The antecedent that were referred to personal pronouns were Fu`a>dah, Fari>d, Fuadah‟s mother, Sa‟ati, the major chairman, the security, chemical teacher, two hands, and two eys. This endophora‟s research could be concluded that personal pronouns in Arabic language had an important position. In Arabic language, a personal pronouns could be differenciated into kinds and numbers so that although antecedent and personal pronoun had long distance, it still could be found.
Kata Kunci : Anteseden, Endofora, dan Pronomina Persona.