Social Media Dalam Budaya Organisasi (Studi tentang Penggunaan Twitter dan Perubahan Perilaku Anggota yang Membentuk Budaya Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Marching Band Universitas Gadjah Mada)
RIZKY INTAN R D, Derajad Sulistyo Widhyarto, S.Sos, M.Si.
2013 | Skripsi | SosiologiPenelitian ini berlatar belakang keadaan organisasi Marching Band UGM yang mengalami perubahan dalam berinteraksi. Perubahan ini diawali dengan penggunaan twitter secara massif dan berlanjut pada perubahan dinamis dalam proses pelaksaan kegiatan berorganisasi. Perubahan dinamis karena penggunaan twitter ini memunculkan rumusan masalah mengenai faktor kecenderungan anggota menggunakan twitter. Selain itu, penelitian ini juga mempertanyakan bagaimana efek yang terjadi berkaitan dengan penggunaan twitter terhadap perilaku anggota. Metode penelitian yang digunakan untuk mencari jawaban rumusan masalah adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penggunaan metode ini diharapkan mampu untuk memberikan suatu gambaran yang lengkap mengenai keadaan yang terjadi secara menyeluruh. Metode penelitian untuk menjawab rumusan masalah ini menunjukkan faktor kecenderungan penggunaan twitter dan efeknya. Faktornya meliputi peran media dan teknologi dengan bergesernya kepopuleran buset dan buaya yang ke twitter yang berhubungan dengan faktor keinginan memperluas jejaring. Faktor ini berlanjut dengan efek penggunaan terhadap perilaku anggota yang meliputi terbentuknya kekuasaan dan penyebarluasan pengaruh melalui jejaring. Adanya pengelompokkan programmer dan switcher saling memberikan pengaruh bahkan berkonflik baik secara maya atau nyata. Programmer ialah top management dan switcher terdiri dari player yang kritis dan berani berpendapat. Selain itu ada pula kelompok yang beroposisi dalam kelompoknya yaitu programmer yang berubah menjadi switcher dan switcher yang berperan selayaknya programmer. Kesimpulan dari penelitian meliputi identitas yang mampu dibangun sedemikian rupa melalui proses jejaring dan penyebarluasan pengaruh. Hal ini pada akhirnya mampu membantu proses pencapaian tujuan pihak programmer. Switcher dari pihak playerpun demikian, mereka hanya ingin berpendapat melalui ruang publik. Meskipun dimudahkan dengan adanya teknologi, anggota menanggap bahwa pencapaian informasi melalui twitter memang efektif, namun untuk pesan yang bersifat personal hendaknya tidak disampaikan melalui twitter.
-
Kata Kunci : Marching Band UGM, Player, Top Management, Senior, Alumni, Twitter, Jejaring, Programmer, Switcher