Evaluasi manfaat TIM perencanaan obat terpadu di 6 (enam) Kabupaten/kota eks karesidenan Semarang
PURNAMA, Siswantaka Jaka, dr. Sunarjono, M.Kes
2001 | Tesis | S2 Kesehatan MasyarakatObat yang digunakan di Puskesmas dan unit pelayanan kesehatan lain berasal dari berbagai cumber anggaran dan sebelum tahun 1997/1998 perencanaan obat belum terpadu. Hasil dari perencanaan tersebut dinilai kurang efektif terbukti banyak terjadi penumpukan obat di Gudang Farmasi yang disebabkan oleh obat yang diadakan di Kabupaten / Kota tidak sesuai dengan kebutuhan riil. Oleh karena itu sejak tahun 1997/1998 Departemen Kesehatan menetapkan bahwa perencanaan obat harus melalui Tim perencanaan obat terpadu (POT) di Kabupaten I Kota dengan harapan agar perencanaan lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran pelalcsanaan dan dampak penerapan tim POT terhadap peningkatan efisiensi perencanaan obat di 6 (enam) Kabupaten / Kota eks Karesidenan Semarang. Janis penelitian yaitu evaluatif dengan menggunakan data retrospektif dan data diambil secara time series beenrut. tuna pada tahun 1995/1996 s/d 1999/2000 kemudian dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis vanian dan multiple comparisons. Penelitian ini dilaksanakan di 6 (enam) Kabupaten / Kota elm Karesidenan Semarang meliputi : Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak dan Grobogan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 (delapan) indilcator perencanaan obat yang efisien (persentase dans, ketepatan jumlah item obat, penyimpangan perencanaan, tingkat kecukupan obat, persentase stok berlebih, persentase stok kosong , persentase stok mati, persentase stok rusak dan atau kedaluarsa), ternyata setelah dilalculcan uji statistik tidak ada indikator yang berubah secara bermakna Meskipun persentase dana meningkat secara bermakna tetapi kenaikan ini butt= disebabkan oleh peran tiin POT, karma berupa dropping dari Pemerintah Pusat Kesimpulan dad penelitian ini yaitu penerapan tim POT tidak dapat meningkatkan efisiensi perencanaan obat di 6 (enam) Kabupaten / Kota eks Karesidenan Semarang.
The medicine used in public health center and other health service units comes from varying budget source and before the budget year of 1997/1998 the medicine necessity planning was held not integreted yet. The outcome of the planning was considered less effective which was proven by medicine's overstock at Pharmacy Warehouse caused by inconsistency between medicine procurement and real necessity in cites or regencies. Therefore, since 1997/1998 the Health Departement decided that every medicine planning must go through integrated medicine planning team in each cities or regencies, in the hope of efficient planning. The aim of this study was to achieve a picture of the implementation and impact of the application of the integrated medicine planning team over the excalation of medicine planning efficiency at in six cites or regencies in ex Semarang Residency area This evaluation resarch used retrospective data which was taken by time series, from 1995/1996 to 1999/2000, analyzed statistically by using Analysis of Variance and Multiple Comparisons. The study was conducted in six cites or regencies in ex Semarang Residency area, including the city of Semarang, Salatiga, the regency of Semarang, Kendal, Demak and Grobogan. The result showed that 8 (eight) indicator of efficient planning medicine (percentage of finance, reliability of medicine's items, planning deviation, sufficient of medicine, percentage ofbroken stock, percentage of abundant stock, percentage of empty stock, percentage of dead stock and percentage of expired stock), after doing the statistic examination the indicators were not change significantly. However, percentage of finance increased significantly, but this increase did not direct impact by Integrf,ited Medicine Planning Team, because the budget was block grant central government. The conclusion of the research is the application of the integrated medicine planning team cannot increase the efficiency of medicine planning in six cites or regencies in ex Semarang Residency area.
Kata Kunci : Tim Perencanaan Obat Terpadu, Efisisensi perencanaan obat, Integrated medicine Planning Team, Medicine Planning Efficiency